"Mereka lempar-lemparan batu dan membawa senjata tajam," kata saksi mata, Anggri Septa kepada detikcom, Selasa (5/1/2016).
Anggri yang tengah mengendarai motor melintasi kawasan tersebut terpaksa berhenti. Ia khawatir akan menjadi korban salah sasaran jika memaksa melintas di tengah tawuran. Sebab para remaja tanggung itu menguasai jalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sempat nonton dulu. Pas sudah dibubarin polisi, baru saya lewat," ujarnya.
Sejauh ini tidak ada informasi adanya korban dalam peristiwa tersebut. Menurut Anggri, kawasan tersebut memang rawan tawuran. Hampir setiap pekan selalu ada sekelompok remaja tanggung yang saling menyerang. Polisi selalu membubarkan mereka, namun tampaknya remaja-remaja tersebut belum jera.
(khf/jor)











































