Dipimpin 2 Rektor, Mahasiswa UVRI Makassar Rusak Kampus
Sabtu, 05 Mar 2005 21:41 WIB
Makassar - Akibat bingung atas dualisme kepemimpinan di Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) Makassar, mahasiswa universitas tersebut nekat menghancurkan kaca ruang kuliah dan kantor yayasan. Hingga kini, aparat kepolisian masih mencari pelaku pengrusakan yang terjadi pada Sabtu pagi (05/03/2005). Peristiwa ini terjadi pada pukul 06.00 WITA. Para mahasiswa yang melakukan pengrusakan berjumlah sekitar 20 orang. Ulah ini sebenarnya dipicu oleh ketidakpuasan mereka atas munculnya kepemimpinan dua rektor dalam satu univeritas. "Akibat dua rektor ini, banyak perkuliahan yang tertunda. Padahal perkuliahan harusnya sudah dimulai pada 26 Februari lalu. Namun sampai sekarang belum dimulai," ujar Hasyim, Pembantu Dekan II, Fakultas Sosial dan Politik UVRI saat ditemui di kantornya, Jl Gunung Bawakaraeng, Makassar. Bahkan menurut Hasyim, ada mahasiswa yang telah selesai ujian meja, namun ijazah mereka belum ditandatangani. "Kemungkinan para mahasiswa itu bingung dan tidak tahu siapa yang berhak menadatangani ijazah mereka," tutur Hasyim. Hingga kini mahasiswa memang bingung akan bernaung kepada rektor UVRI yang mana, sebab keduanya dianggap memiliki pengesahan dari yayasan. Salah satu rektor UVRI yang masih menjabat adalah Arifuddin Ressang, yang dilantik pada 11 Maret 2004 lalu. Ariffuddin adalah rektor yang telah dua kali menjabat, dan mendapat restu dari Andi Oddang, pendiri Yayasan Karya Darma. Yayasan ini adalah induk dari yayasan yang mengelola UVRI. Rektor lainnya adalah Bambang Ibnu Marto, yang juga dilantik pada bulan Maret 2004. Rektor ini didukung oleh Mallingkai, yaitu pendiri Yayasan Karya Darma yang khusus mengurus tentang perguruan tinggi UVRI.
(ast/)











































