Polda Metro Tangkap Sindikat Curanmor yang Libatkan Oknum TNI dan Brimob

Polda Metro Tangkap Sindikat Curanmor yang Libatkan Oknum TNI dan Brimob

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 05 Jan 2016 15:34 WIB
Polda Metro Tangkap Sindikat Curanmor yang Libatkan Oknum TNI dan Brimob
Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Personel Sub Direktorat Kendaraan Bermotor (Subdit Ranmor) Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sindikat curanmor ini melibatkan seorang oknum dari TNI dan Brimob Polda Papua.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, kasus ini merupakan hasil pengembangan penyidikan setelah polisi lebih dulu menangkap Dedy Syamsudin.

"Ada dua tersangka yang kami tangkap terkait curanmor ini, yakni tersangka Sahidin alias Udin (40) dan Deden Kurnia (27)," kata Krishna dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (5/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua tersangka ditangkap di Cijantung, Jakarta Timur pada Senin (4/1) sekitar pukul 13.00 WIB. Β 

Krishna mengatakan, kedua tersangka sering menjual kendaraan tanpa dokumen yang diduga hasil kejahatan. Dari hasil interogasi, tersangka Udin mengaku sudah 1,5 tahun menjual kendaraan tanpa dilengkapi surat-surat yang diperoleh dari tersangka Dedy.

"Tersangka Udin pernah beli 1 unit mobil Kijang Innova seharga Rp 55 juta dan 1 unit mobil Avanza Veloz seharga Rp 35 juta yang akan dijual kembali kepada F, oknum Brimob Polda Papua," papar Krishna.

Namun pada saat itu, mobil Innova yang akan dikirim ke Papua berhasil diamankan oleh Satlantas Polres Surabaya, Jawa Timur.

"Tersangka juga menjual 1 unit mobil Honda CRV seharga Rp 70 juta dan telah dijual kepada seorang berinisial B oknum TNI di Cimareme, Bandung," imbuhnya.

Selain itu, tersangka juga membeli 2 unit mobil dari S, oknum TNI lain. Mobil itu yakni 1 unit Avanza seharga Rp 35 juta yang dijual kepada A di Bandung dan 1 unit mobil pick up Futura seharga Rp 8,5 juta yang kemudian dijual kepada oknum TNI berinisial K di Bandung.

"Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Surabaya untuk penarikan barang bukti 1 unit Innova dan 1 unit Avanza serta koordinasi dengan POM TNI untuk penyitaan 1 unit Honda CRV dan 1 unit pick up Futura," ujar Krishna.


(mei/fdn)


Berita Terkait