Melihat Wanita-wanita Perkasa di HUT ke-53 Kowal

Stephen Willy - detikNews
Selasa, 05 Jan 2016 11:08 WIB
Foto: Stephen Willy
Jakarta - Pagi ini cuaca cerah. 480 Personel dari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) telah bersiap mengikuti rangkaian peringatan ke-53 HUT Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal).

Upacara militer personel TNI ini diselenggarakan di Dermaga Kolinlamil, Markas Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (5/1/2016). Acara dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

"Pada kesempatan ini saya ingin menekankan bahwa prajurit wanita bukan lagi hanya komplementer bagi prajurit pria. Namun perannya dalam pengabdian kepada negara sudah berdiri tegak sejajar," kata Ade.

Ade mengajak para peserta upacara untuk melihat kiprah pahlawan wanita di Indonesia. Figur seperti RA Kartini, Dewi Sartika, Tjut Nyak Dien, Nyi Ageng Serang, dan Martha Christina Tiahahu hendaknya bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi personel Kowal.

Para personel yang terlibat dalam upacara terbagi dalam tiga batalyon pasukan. Mereka terdiri dari dua kompi perwira menengah, satu kompi perwira pertama, satu kompi bintara tinggi, empat kompi bintara, serta 70 personel Kowal lain yang terlibat sebagai peserta demonstrasi.

Stephen Willy/detikcom

Selain diisi dengan upacara militer, seremoni HUT Kowal ke-53 ini juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi yang menunjukkan ketangguhan dan eksistensi prajurit, seperti tarian Gemmu Famire dan demonstrasi precision walking dari Kowal.


Stephen/detikcom

Jumlah anggota Kowal saat ini mencapai 2.004 personel dan tersebar di seluruh Indonesia. Dua orang di antaranya telah berpangkat Laksamana Pertama, dan 36 orang lainnya juga berpangkat Kolonel.

Stephen/detikcom

Selain mengabdi sebagai prajurit, sejumlah personel Kowal juga terbilang berprestasi sebagai atlet. Anggota Kowal pernah menjadi juara 2 dalam SEA Games tahun 2011. Mereka bahkan juga berhasil menjadi juara 1 dalam ajang Kejuaraan Terjung Payung Militer di China tahun 2013 lalu. (nwy/nrl)