"Bisa juga proses perpindahan bagasi dari meja check in ke lambung pesawat dijaga oleh satu orang petugas keamanan bandara, bahkan kalau perlu setiap perpindahannya harus melewati pantauan CCTV," kata anggota Komisi V DPR, Miryam S Haryani kepada wartawan, Selasa (5/12/2016).
Bagi penumpang, Miryam mengingatkan agar memberikan pengamanan lebih pada bagasi, mulai dari pelapisan plastic wrapping hingga gembok tambahan. Sementara itu, Kementerian Perhubungan juga diminta memberikan batas toleransi bagi kejadian yang berulang seperti ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian pembobolan bagasi bukanlah hal yang satu atau dua kali terjadi. Penumpang juga seringkali kesulitan saat hendak melakukan klaim kehilangan barang.
"Ini sangat memalukan, terlebih penumpang pesawat bukan hanya masyarakat domestik saja tapi juga dari mancanegara," ungkap Miryam.
Polres Bandara Soekarno-Hatta awalnya menangkap tersangka Madun (29), Angga Jaya Pratama (28) dan Andi Hermanto (29) beserta barang buktinya. Mereka adalah dua orang porter dan satu sekuriti yang menjadi petugas ground handling Lion Air saat penerbangan. Mereka kini sudah dipecat.
Ternyata, Saefulloh mengaku mencuri barang-barang penumpang saat berada di kompartemen pesawat (lambung bagasi). Saat itu, dia mengambil ponsel BlackBerry Curve.
"Pelaku mengakui pada saat handle pesawat Batik Air tanggal 16 Desember 2015 mengambil HP Blackberry Curve warna putih dari dalam tas penumpang yang ada di dalam kompartemen pesawat (lambung bagasi), dengan cara membuka paksa retsleting tas dan mengambil barang tersebut," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal saat dikonfirmasi, Senin (4/1/2016). (imk/imk)











































