"Saya sebenarnya enggak setuju. Mau akses untuk yang lain boleh, tapi di-charge gitu kan enggak lucu," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (4/1/2016).
Ahok menuturkan bahwa dia sempat diminta untuk meresmikan e-gate tersebut. Tetapi mantan Bupati Belitung Timur ini menolak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok meminta kebijakan itu dicabut. Dia pun sudah memanggil JIEP terkait akses e-gate di Pulogadung ini.
"Harusnya dicabut. Kita punya hak, saham kita 50%," ucapnya.
Demo di Pulogadung (Foto: Edward/detikcom) |
Pagi tadi, warga sempat memblokir akses jalan ke kawasan industri di pintu tiga tepatnya di perempatan lampu merah. Sekitar pukul 11.00 WIB, blokir dibuka. Salah satu warga Jatinegara Kaum, Kabul mengatakan, warga keberatan dengan penarikan biaya di e-gate. Sebab selain ditarik biaya masuk, setiap kendaraan yang berada di kawasan JIEP juga dibebankan biaya parkir per jam.
"Pengaruhnya tidak hanya masyarakat yang di dalam tetapi juga di sekitar. Untuk masuk ke dalam kawasan saja sudah seperti masuk mall, contoh untuk satu mobil pribadi atau kategori satu setiap masuk dikenakan biaya 4.000, nanti per jam dikenakan 2.000, kategori 2 permasuk dikenakan biaya 6.000, dan kategori 3 dikenakan 8.000. Belum lagi motor memang saat ini belum diberlakukan tapi kami dengar ada rencana di bulan Maret akan diberlakukan," ujar Kabul.
Terpisah, Direktur Operasional JIEP, Bilson Manaloe menjelaskan pembuatan E-gate itu untuk penertiban dan refungsi jalur hijau. Sehingga membuat investor nyaman.
"Pembuatan E-gate ini untuk penertiban sebagaimana mestinya. Untuk jalur hijau tidak seperti sekarang yang banyak PKL, dan parkiran liar," papar Bilson. (dnu/imk)












































Demo di Pulogadung (Foto: Edward/detikcom)