Hendi Kaget Anaknya yang Jadi TKW Dikabarkan Meninggal di Abu Dhabi

Hendi Kaget Anaknya yang Jadi TKW Dikabarkan Meninggal di Abu Dhabi

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 04 Jan 2016 19:46 WIB
Hendi Kaget Anaknya yang Jadi TKW Dikabarkan Meninggal di Abu Dhabi
Ilustrasi demo TKI di Jakarta (Foto: Rachman Haryanto)
Purwakarta - Malang menimpa seorang TKW asal Kabupaten Purwakarta, Nurhayati (22). Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kerjanya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa 3 November 2015 silam.

Ayah tiri Nurhayati, Hendi (51) mengisahkan, anaknya sudah dua tahun terakhir ini bekerja di Abu Dhabi sebagai pembantu rumah tangga. Dia berangkat melalui penyalur yang berada di Kabupaten Karawang.

Tak ada angin tak ada hujan, pihak keluarga tiba-tiba menerima kabar pada pengujung tahun 2015 atau sekira tanggal 23 Desember dari Kedutaan Besar RI UEA yang menyatakan Nurhayati telah meninggal dunia pada 3 November 2015 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kabar terakhir itu saya dapat saat Nurhayati waktu sakit dan dirawat di rumah sakit. Setelahnya baru ada kabar akhir tahun kemarin," jelas Hendi saat dihubungi melalui telepon, Senin (4/1/2016).

Soal dugaan penganiayaan, Hendi mengaku tak bisa memastikannya. Yang pasti, kata dia, anaknya pernah mengeluh tidak betah bekerja di tempat majikannya karena sering dimarahi.

Bahkan sebelumnya Nurhayati pun sempat melarikan diri karena tidak betah dengan perlakuan majikannya itu. "Saya juga baru tahu soal kabur itu setelah Nurhayati bilang sedang dirawat di rumah sakit," katanya.

Hendi mengatakan, dalam surat yang diterimanya itu pihak Kedutaan meminta izin agar jenazah Nurhayati dimakamkan di Abu Dhabi. Namun hal itu tidak dikehendaki pihak keluarga yang berada di Indonesia.

Saat ini pihak keluarga merasa kebingungan dengan proses pemulangan jenazah yang memerlukan waktu dan terutama biaya yang sangat besar. Selain itu waktu meninggal Nurhayati yang sudah cukup lama dikhawatirkan akan semakin sulit mewujudkan pemulangan jenazah ke Indonesia.

Sementara itu Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengaku prihatin dengan kabar tersebut. Menurut Dedi nantinya seluruh biaya pemulangan jenazah akan ditanggung hingga tiba di Indonesia.

"Dia itu sudah melanggar Perbup mengenai pelarangan menjadi TKW. Tapi walau pun sudah melanggar, ini musibah, dan seluruh pembiayaan pemulangan akan ditanggung oleh kami," tuturnya.

Nurhayati sendiri adalah seorang janda beranak tiga yang tercatat sebagai warga RT 1 RW 1, Kampuing Cikirai, Desa Malang Nengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Anak pertama Nurhayati saat ini masih berusia dini, yakni lima tahun. Sementara adik-adiknya masih balita. Semuanya kini tinggal bersama Hendi dan ibu kandung Nurhayati, Uum. (try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads