"Semua persiapan sudah selesai, lebih kurang sudah mencapai 90 persen. Tinggal yang kurang-kurang sedikit saja seperti tenda, kursi dan lain-lain," ungkap Ketua Panitia Adat Jumenengan, KPH Indrokusumo, kepada wartawan di media center, Kompleks Pura Pakualaman Yogyakarta, Senin (4/1/2016).
Wagub DIY Paduka Sri Paku Alam IX Meninggal Dunia
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada saat jumenengan dalem, untuk sementara selama satu hari itu, Pura Pakualaman tertutup bagi wisatawan," katanya.
Warga masyarakat dan wisatawan yang ingin menyaksikan prosesi jumenengan bisa menyaksikan dari luar melalui layar monitor yang telah disiapkan. Masyarakat bisa menyaksikan KGPAA Paku Alam X saat mengikuti prosesi kirab pada sore hari.
Panitia Jumenengan Dalem memberikan keterangan |
"Kawasan di dalam Pura Pakualaman terutama di Bangsal Sewatama biar lebih khidmat saat peresmian penobatan KBPH Prabu Suryodilogo menjadi KGPAA Paku Alam X. Karena ini bersifat acara internal sehingga dibatasi hanya tamu undangan saja," ungkap Indro.
Dia mengatakan sebanyak lebih kurang 1.500 undangan telah diedarkan oleh panitia. Tamu undangan terdiri VIP A dan B, Utama dan Umum. Penempatan tamu undangan di sayap barat dan timur serta di halaman. Khusus di sayap barat untuk para raja Nusantara. Sedangkan sayap timur untuk presiden, wakil presiden, menteri dan pejabat negara lainnya.
"Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan menteri atau pejabat negara lainnya telah kami undang," ungkap Indro didampingi KRMT Tirtodiprojo.
Dia menambahkan untuk prosesi kirab berdasarkan pelaksanaan gladi bersih pada hari Minggu (3/1/2016) telah berjalan lancar sesuai rencana. Semua yang terlibat dalam pelaksanaan kirab sudah mencapai 100 persen.
"Mulai dari semua kereta kuda yang digunakan kirab, semua personel atau peserta kirab sudah siap sedia. Semoga berlajalan lancar," katanya.
Sementara itu wakil ketua panitia KRMT Tirtodiprojo menambahkan dalam pelaksanaan acara jumenengan dalem tersebut, pihak panitia tidak mengedarkan proposal sumbangan kepada warga masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Pihaknya meminta agar masyarakat waspada dan tidak terkecoh adanya kemungkinan pihak/oknum tertentu yang meminta sumbangan kepada warga.
"Kami sebagai panitia tidak melakukan itu dan tidak ada proposal yang meminta seperti itu. Kami meminta masyarakat untuk mewaspadainya," pungkas Joko Tirtono panggilan akrabnya. (bgs/trw)












































Panitia Jumenengan Dalem memberikan keterangan