"Kan gini berangkatnya orang-orang sudah tidak percaya sama citra polri soal pekerjaan polisi selelu negatif saja. Bareskrim polri menyumbang citra negatif polri itu 67%, nah sekarang ada di bawah saya, saya Kabareskrim dan harus bisa memperbaiki, saya harus membalik ini, dan saya harus lakukan itu. Saya lakukan apapun konsekuensi yang saya ambil," kata Buwas.
Hal itu diungkapkan Buwas kepada detikcom di kediamannya di kompleks perwira TNI AD Bulak Rantai, Kramat Jati, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Buwas bicara banyak hal soal tudingan publik kepadanya. Mulai dari kasus pimpinan KPK, isu besanan dengan Komjen Budi Gunawan, sampai laporan kekayaan yang tak kunjung dilaporkan.
Buwas dan Istri |
Menurut Buwas, apa yang dilakukannya saat menjadi Kabareskrim berdasarkan bukti yang ada. Bahkan dia mengklaim sudah menemukan 67 kasus korupsi besar, 9 kasus yang nilainya triliunan rupiah, 23 kasus senilai ratusan miliar rupiah dan 35 kasus bernilai miliaran.
"Saya masih hapal, saat jadi Kabareskrim. Tapi ya sudah saya mengerjakan itu dengan kebenaran keadilan dengan sesuai fakta. Ya dianggap saya sudah cukup tugasnya di Kabareskrim dan jadi Ka BNN ya nggak masalah bagi saya. Bahkan saya sekarang langsung di bawah Presiden. Kalau orang melihatnya soal gengsi tidak gengsi aja, ya kalau saya ini suatu reward, buktinya saya kalau ada apa-apa langsung ke Presiden," katanya.
Soal kabar kedekatan anak dengan anak Komjen Budi Gunawan bagaimana?
"Saya tidak tahu ya, kita kan kebiasaan sesama alumni sering kumpul dan ada pertemuan dinas bareng-bareng terus antara anak kita ada yang berhubungan. Apa salahnya sih, soal jadi nggak jadi kan urusan mereka. Tapi janganlah kalau ada sesuatu dihubung-hubungin, janganlah, karena itu kan hak seseorang. Waktu itu saya bilang makanya kalau hal pribadi jangan diungkit, apa ada yang dirugikan anak saya dekat dengan anak Pak BG, enggak lah biasa-biasa aja," ucap Buwas.
"Kalau jodoh kan ada di atas. Saya juga tidak mau memaksa anak saya, mau kenal sama siapa silakan saja. Kalau sekarang dipersoalkan wong saya orang tuanya saja tidak mempersoalkan. Jadi saya nggak tahu," tambahnya.
Buwas juga bicara soal Laporan harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tak kunjung dilaporkan ke KPK. Dia mengaku saat ini masih menghitungnya.
"Saya kan bilang ini kan tim, sekarang saya pakai konsultan, biarkan konsultan itu yang ngitung. Saya nggak mengerti kan saya ini orangnya pindah-pindah, di kala saya beli tanah ditanya sertifikatnya mana Pak, nah itu dia sertifikatnya nggak ketemu tapi pajaknya ada nih. Kan kita pindah-pindah saya taruh di dus mana saya nggak tahu musti bongkar-bongkar. Kalau dicari administrasinya lengkap, pening saya," tutupnya.
Bagaimana keluarga merespons soal isu-isu di atas dan kontroversi yang menyelimuti dirinya? Ada yang sempat stres, bahkan mempertanyakan hal tersebut. Namun setelah dijelaskan, keluarga akhirnya bisa mengerti.
"Awalnya anak saya ada yang stres, istri saya juga ikut stres. Saya bilang, sudahlah kamu percaya Papa nggak, iya kata mereka," kata Buwas.
Bahkan anak Buwas yang paling bungsu protes ayahnya sering diberitakan membuat kegaduhan. Alhasil anaknya lebih memilih pindah rumah dari rumah dinas Kabareskrim ke rumah kakeknya.
"Iya (protes) anak saya yang paling kecil, waktu itu trauma dia. Dia kembali lagi dari rumah dinas di Panglima Polim (rumah dinas Kabareskrim) ke sini. Ini rumah dinas almarhum ayah saya," ucap Buwas.
Meski begitu Buwas tetap meyakinkan keluarganya kalau berita yang ada itu tidak sesuai. "Saya bilang sama istri saya, saya tidak seperti itu. Saya kan nikah sama istri saya sudah lama dan dia kenal saya, saya nggak pernah macam-macam," ucapnya. (slm/mad)












































Buwas dan Istri