Kabel Listrik di Jakarta Semrawut, Ahok: Gara-gara Proyek Tak Sinergis

Kabel Listrik di Jakarta Semrawut, Ahok: Gara-gara Proyek Tak Sinergis

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 04 Jan 2016 16:53 WIB
Kabel Listrik di Jakarta Semrawut, Ahok: Gara-gara Proyek Tak Sinergis
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kabel-kabel yang tak jarang mengandung aliran listrik tegangan tinggi masih semrawut di jalanan ibu kota. Pemprov DKI mengakui penyebab semrawutnya kabel-kabel itu akibat proyek antarlembaga yang tak bersinergi satu sama lain.

"Setiap program kegiatan tidak bersinergi. Masing-masing sendiri, PJU (Penerangan Jalan Umum) sendiri, (membangun) taman sendiri, PU (Pekerjaan Umum) sendiri," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Yuli Hartono usai rapat pimpinan bareng Gubernur Basuki T Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (4/1/2016).

Bahkan, diduga sengatan kabel listrik itulah yang menyebabkan tewasnya sejoli di Mangga Dua pada 30 Desember 2015 lampau. Mestinya, proyek pemasangan kabel dilakukan sinergis antarlembaga berkepentingan, sehingga penataan di jalanan tidak semrawut dan terhindar dari maut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau PJU duluan, nanti terbongkar lagi oleh taman, oleh PU, dan sebagainya. Kalau koordinasi maka bagus. Ini tidak. Kita sudah selesai, datang lagi, bongkar lagi," kata Yuli.

Kondisi kabel tak rapih itu membikin pemeliharaan Penerangan Jalanan Umum (PJU), yang merupakan kewenangan Dinas Perindustrian dan Energi, menjadi sulit. Maka penataan mutlak diperlukan.

"Ini di bawah sudah pating-sliwer kabel. Kita ini pemeliharaan PJU tiang baru, menarik kabel, ternyata di bawahnya ada kabel listrik, kabel optik, dan sebagainya. Pindah lagi, maju satu meter, mundur satu meter," keluhnya.

Maka, Gubernur Ahok membikin tim percepatan pembangunan mensolidkan kerja antar-Dinas. Namun demikian tak hanya Dinas-dinas DKI yang tak sinergis, Kementerian Pemerintah Pusat juga ikut andil terhadap semerawutnya kabel-kabel di jalanan. PLN, Telkom, hingga PAM juga perlu sinergi.

"Mereka (pusat) diminta (Ahok) memberikan data-data perencanaan awal kepada Pemda DKI sebagai sinkronisasi proyek, supaya kita bisa mengikuti," kata Yuli.

(dnu/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini