"Setiap program kegiatan tidak bersinergi. Masing-masing sendiri, PJU (Penerangan Jalan Umum) sendiri, (membangun) taman sendiri, PU (Pekerjaan Umum) sendiri," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Yuli Hartono usai rapat pimpinan bareng Gubernur Basuki T Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (4/1/2016).
Bahkan, diduga sengatan kabel listrik itulah yang menyebabkan tewasnya sejoli di Mangga Dua pada 30 Desember 2015 lampau. Mestinya, proyek pemasangan kabel dilakukan sinergis antarlembaga berkepentingan, sehingga penataan di jalanan tidak semrawut dan terhindar dari maut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi kabel tak rapih itu membikin pemeliharaan Penerangan Jalanan Umum (PJU), yang merupakan kewenangan Dinas Perindustrian dan Energi, menjadi sulit. Maka penataan mutlak diperlukan.
"Ini di bawah sudah pating-sliwer kabel. Kita ini pemeliharaan PJU tiang baru, menarik kabel, ternyata di bawahnya ada kabel listrik, kabel optik, dan sebagainya. Pindah lagi, maju satu meter, mundur satu meter," keluhnya.
Maka, Gubernur Ahok membikin tim percepatan pembangunan mensolidkan kerja antar-Dinas. Namun demikian tak hanya Dinas-dinas DKI yang tak sinergis, Kementerian Pemerintah Pusat juga ikut andil terhadap semerawutnya kabel-kabel di jalanan. PLN, Telkom, hingga PAM juga perlu sinergi.
"Mereka (pusat) diminta (Ahok) memberikan data-data perencanaan awal kepada Pemda DKI sebagai sinkronisasi proyek, supaya kita bisa mengikuti," kata Yuli.
(dnu/rvk)










































