Puluhan warga Solo, Senin (4/1/2016) mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surakarta. Mereka mempertanyakan kejelasan program (PKMS). Mereka rata-rata mengaku kecewa karena program tersebut tidak lagi berlaku semenjak awal tahun ini, padahal mereka memegang kartu PKMS baik yang gold maupun yang silver.
"PKMS dibuat Pak Jokowi kok tiba-tiba dihapus? Kami menanyakan kepastian karena selama ini, saya merasa tidak mendapat informasi maupun keterangan apapun dari DKK terkait penghapusan pelayanan PKMS, mendadak dihentikan seperti ini. Tahu-tahu kartu PKMS sudah tidak bisa dipakai," kata Joko Murdowo, warga yang ikut datang ke balai kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Kepala Bappeda Kota Surakarta, Ahyani, mengatakan pihaknya masih melakukan verifikasi data warga miskin di Solo. Hingga saat ini Bappeda masih terus menerima permohonan pengajuan warga miskin. Semua pengajuan tersebut harus dilakukan verifikasi, termasuk home visit sehinnga belum bisa memberikan batas waktu selesainya pendataan itu. (mbr/try)











































