Pantauan di lapangan, Senin (4/1/2015), terdapat delapan akses jalan masuk menuju kawasan JIEP. Pagi tadi warga sempat memblokir akses jalan ke kawasan industri di pintu tiga tepatnya di perempatan lampu merah. Sekitar pukul 11.00 WIB, blokir dibuka. Penutupan jalan tidak mencapai satu jam, setelah dicapai kesepakatan dengan Polsek Cakung.
"Sempat negosiasi karena membuat macet sebentar. Akhirnya kita sepakat untuk buka jalur karena dengan catatan tidak ditagih pembayaran," ujar salah satu warga Jatinegara Kaum, Kabul di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengaruhnya tidak hanya masyarakat yang di dalam tetapi juga di sekitar. Untuk masuk ke dalam kawasan saja sudah seperti masuk mall, contoh untuk satu mobil pribadi atau kategori satu setiap masuk dikenakan biaya 4.000, nanti per jam dikenakan 2.000, kategori 2 permasuk dikenakan biaya 6.000, dan kategori 3 dikenakan 8.000. Belum lagi motor memang saat ini belum diberlakukan tapi kami dengar ada rencana di bulan Maret akan diberlakukan," ujar Kabul.
Kabul menuturkan keberatan warga juga tidak hanya penarikan biaya saja. Tetapi juga akses jalan masuk dan keluar yang berbeda.
"Jadi susah kalau masuk hanya mau ke tetangga di depan saja, keluarnya kita harus mutar-mutar. Sedangkan akses jalan kawasan JIEP dari perkampungan juga akan diberlakukan sistem E-gate. Ini sama saja sudah seperti jalan tol," ujar Kabul.
Terpisah, Direktur Operasional JIEP, Bilson Manaloe menjelaskan pembuatan E-gate itu untuk penertiban dan refungsi jalur hijau. Sehingga membuat investor nyaman.
"Pembuatan E-gate ini untuk penertiban sebagaimana mestinya. Untuk jalur hijau tidak seperti sekarang yang banyak PKL, dan parkiran liar," papar Bilson.
Terkait dengan adanya keluhan dari wargam, Bilson mengatakan sejauh ini pihaknya telah memberikan sosialiasi kepada warga sekitar. Menurut Bilson, keputusan pemberlakuan e-gate itu sudah disepakati warga.
![]() |
"Kami sebenarnya sudah siapkan kartu khusus untuk warga kelurahan Rawa Terate dan Jatinegara Kaum, untuk bisa masuk tanpa dipungut speserpun, sebenarnya kami sudah sosialiasi ke RW dan Lurah, cuma sepertinya tidak sampai ke warga," pungkasnya.
(edo/fjp)












































