Kapolres Bandara Kombes Roycke Hary Langie menerangkan, tersangka yang ditangkap masing-masing bernama Saefulloh (22), Madun (29), Angga Jaya Pratama (28) dan Andi Hermanto (29). Keempatnya terdiri dari dua porter dan dua sekuriti. Mereka sudah dipecat oleh Lion Air. Untuk sekuriti, disebut pihak Lion Air berasal dari pihak ketiga yang disewa untuk menjaga keamanan di Bandara Soekarno-Hatta.
"Mereka itu kan ada porter yang di dalam yang oleh maskapai ditugaskan untuk mengangkut tas di bagasi saat check in. Nah, mereka ini yang make up atau mengatur tas masuk ke bagasi," kata Roycke saat dikonfirmasi detikcom, Senin (4/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ada tas-tas kan penumpang yang merasa aman tidak dikunci, kemudian ada yang merasa sudah dikunci tapi aman kode (tasnya) cuma nol nol gitu nah itu justru nggak aman," paparnya.
Apakah ada kemungkinan sindikat tersebut bekerja sama dengan tim keamanan yang memeriksa X-ray? Polisi masih menyelidikinya. "Belum ada ke arah situ, tapi kita sedang dalami kemungkinan itu," jawabnya.
Polisi juga sedang menyelidiki kemungkinan modus pencurian lain, misalnya saat bagasi sudah berada di badan pesawat. Sebab area itu tidak tercover CCTV.
Sejauh ini, dasar pengusutan polisi adalah laporan kehilangan pada 16 Desember 2015. Polisi menyita barang bukti berupa ponsel BlackBerry Curve warna putih yang diambil dari bagasi penumpang. Selain itu, polisi juga menyita ponsel lainnya dan uang Rp 200 ribu. Kepada polisi, pelaku mengaku sudah beraksi selama 13 kali sepanjang tahun 2015.
Keempatnya dikenai pasal 363 KUHP tentang pencurian, penggelapan dan pertolongan jahat. Modusnya dengan membuka tas bagasi dan mengambil barang-barang milik penumpang. Lokasinya berada di terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta. (mei/mad)











































