TransJakarta: Bus Feeder Siap Masuk ke Rute Gemuk

TransJakarta: Bus Feeder Siap Masuk ke Rute Gemuk

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Senin, 04 Jan 2016 10:13 WIB
TransJakarta: Bus Feeder Siap Masuk ke Rute Gemuk
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Bus sedang pengumpan (feeder) terintegrasi ke jalur TransJakarta (TransJ) sudah beroperasi di beberapa koridor busway. Pihak TransJ menyatakan bus feeder siap masuk ke rute gemuk yang belum dilayani angkutan umum yang layak.

"Kami siap masuk ke semua rute gemuk yang dibutuhkan masyarakat," ujar Humas Transjakarta Prasetia Budi dalam siaran pers, Senin (4/1/2016).

Menurut Prasetia, trayek rute feeder merupakan hasil keputusan bersama Dishubtrans, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) dan Organda. Hal itu diputuskan dalam rapat yang dipimpin Kadishubtrans di kantor Dishubtrans akhir 2015 lalu.

Prasetia menambahkan, pihaknya akan menggunakan analisa sederhana seperti arahan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Arahannya bahwa bila di suatu rute masih ada banyak penumpang naik padahal bus-busnya jelek atau tidak sebaik yang di jalur busway, maka pihaknya akan memasukkan bus feeder ke sana.

"Intinya kami akan masuk ke semua jalur yang gemuk alias banyak penumpangnya karena itulah jalur yang dibutuhkan masyarakat," imbuhnya.

Jika sebagian besar masih berhimpitan dengan koridor TransJ, maka pihaknya tidak perlu merevisi lagi kontrak Rp/km-nya karena masih di dalam ruang lingkup kontrak feeder. Pihaknya juga segera mengurus perhitungan Rp/km untuk yang di luar jalur busway dan pihaknya akan daftarkan di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar bisa segera memasukkan ratusan bus ke jalur-jalur gemuk di luar busway.

"Intinya semua terintegrasi cukup Rp 3.500 sekali jalan," tuturnya.

Bahkan, pihaknya akan mengirim surat pagi ini ke Dishub untuk meminta izin trayek untuk rute-rute gemuk. Hal ini agar yang diuntungkan pertama-tama masyarakat, bukan pihak lain.

"Kalau ada bus feeder atau bus Transjakarta yang bagus, masuk jalur gemuk dan bayar murah, masa masyarakat tidak mau naik bus kami?" ucap dia.

Intinya TransJ mempercepat pengadaan bus di awal tahun atau paling lambat triwulan ini dan segera dimasukkan ke jalur-jalur gemuk yang dibutuhkan masyarakat. Bus akan diadakan dengan segala cara yang memungkinkan dan bisa cepat terealisasi.

Ubah Infrastruktur Halte

Prasetia menuturkan, pihaknya juga mengubah infrastruktur halte-halte agar mengakomodir bus-bus dengan rute bus kota yang gemuk sehingga bisa terintegrasi busway. Halte busway Dukuh Atas dan Latuharhari sudah siap menerima penumpang dari pintu kiri bus Feeder dari jalur non busway.
Dok. Transjakarta


Pihaknya juga akan menyebar petugas penjual tiket di beberapa halte umum yang disetujui Dishubtrans agar bisa mengangkut penumpang terintegrasi TransJ.

"Jadi kami akan masuk ke rute-rute yang menguntungkan masyarakat pengguna jasa angkutan umum," pungkas Prasetia. (nwy/nrl)


Berita Terkait