Menurut pembaca detikcom, Donny Priwardhana dalam surat elektronik ke redaksi@detik.com, Senin (4/1/2016), feedback dari pemerintah untuk menerapkan jam di mana truk dilarang masuk, tak berlanjut. Kenyataaannya, sekarang malah bertambah parah macetnya jika pagi dengan tidak adanya pengawasan terhadap truk-truk tersebut.
"Apa kabar bapak-bapak polisi dan jasa marga? Kami adalah pengguna Tol termahal yang sudah selayaknya mendapatkan pelayanan prima, bukan malah harus berjuang melawan truk dan mencuri bahu jalan agar bisa melaju sedikit lebih cepat dengan resiko ditangkap Polisi," tulis Donny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, petisi disampaikan kepada PT. Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) selaku operator Tol JORR, PT. Jasa Marga sebagai induk perusahaan PT. JLJ, dan Menteri Perhubungan RI untuk melakukan pembatasan truk yang melintasi Tol JORR. 9 Bulan berlalu ada 5 ribu orang mendukung petisi tersebut.
Bagaimana menurut Anda? (dra/dra)











































