Sebelum dibongkar, tembok setinggi kurang lebih 1,5 meter berdiri tepat di depan gerbang MTs Muhammadiyah Karangkajen. Tembok itu terbuat dari batako yang disusun tanpa dilapisi semen, sehingga bentuk tumpukan batako masih jelas terlihat.
Tembok penghalang sengaja dibangun pihak perumahan Green House, alasannya pun sepele, karena para penghuni tidak mau terganggu dengan lalu lalang para siswa. Padahal, para siswa yang menuju sekolah hanya melewai satu blok di perumahan yang sudah berdiri sejak lama itu. Namun tetap saja, warga tidak rela memberikan akses kepada para siswa MTs Muhammadiyah Karangkajen hingga akhirnya harus Walikota yang turun tangan.
Setelah Tembok Dibongkar (Istimewa) |
Proses pembongkaran dilakukan di perumahan Green House, Senin (4/1/2016). Haryadi ditemani beberapa tokoh Muhammadiyah Yogyakarta melihat langsung proses pembongkaran yang dilakukan petugas Satpol PP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walikota Yogyakarta meninjau langsung pembongkaran (Istimewa) |
MTs Muhammadiyah Karangkajen berada di ujung wilayah Kota Yogyakarta tepatnya di Jl Sisingamangaraja Gg Kalijaga No.4 Mergangsan, dekat dengan Pasar Telo. Letak bangunannya berada di dekat sebuah perumahan.
MTs Muhammadiyah Karangkajen memiliki siswa berjumlah 418. Siswa MTs Muhammadiyah Karangkajen sebagian adalah anak-anak yatim yang tinggal di Panti Asuhan Yatim ( PAY) Putra Muhammadiyah, panti asuhan yang langsung didirikan oleh Kiai Ahmad Dahlan.
(Hbb/Hbb)












































Setelah Tembok Dibongkar (Istimewa)
Walikota Yogyakarta meninjau langsung pembongkaran (Istimewa)