Harga Serba Mahal, Prajurit TNI di Ambon Minta Tunjangan Tambahan

Harga Serba Mahal, Prajurit TNI di Ambon Minta Tunjangan Tambahan

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 03 Jan 2016 22:46 WIB
Harga Serba Mahal, Prajurit TNI di Ambon Minta Tunjangan Tambahan
Prajurit TNI (dok. Foto: agung pambudhy)
Ambon - Akses infrastruktur yang sulit di daerah membuat harga bahan pokok melambung tinggi. Hal ini ternyata turut dirasakan oleh para prajurit TNI yang ditugaskan di Ambon.

Kunjungan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo ke daerah memang untuk menjaring keluhan-keluhan para prajuritnya. Tiga satuan yang dikunjungi panglima di Ambon, menyampaikan soal beban hidup karena mahalnya harga barang pokok.

"Kami mendengar di Kodam Cenderawasih ada tunjangan kemahalan. Kami juga berharap ada tunjangan kemahalan di Ambon, laporan selesai," ucap seorang prajurit dari Denkav 5 Pattimura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal senada juga diutarakan oleh Mayor Eni Kustiani, "Mohon izin apabila berkenan, untuk kami yang berdinas di daerah Maluku khususnya diberikan tunjangan kemahalan seperti rekan kami yang berdinas di Papua."

Jenderal Gatot memahami apa yang dikeluhkan para prajuritnya tersebut. Gatot mengaku akan mempertimbangkan keluhan-keluhan para prajurit terkait tunjangan tambahan.

"Di Papua ada tunjangan kemahalan tapi di Ambon ini, contohnya di Geser atau di Saumlaki sana, sama saja mahalnya dengan di Papua. Dan bisa jadi harga di Jayapura lebih murah dibanding di sini," ucap Jenderal Gatot di Denkav 5 Ambon, Sabtu (02/01/2016).

Kemudian ia melanjutkan, soal tunjangan kemahalan, Panglima TNI akan segera melakukan kajian dan mengupayakan terwujudnya hal tersebut.

Seperti diketahui, harga sembako dan BBM di Ambon memang cukup mahal. Hal ini diakui oleh seorang istri dari Kapten CZI di Detasemen Zeni Tempur 5 Ambon. "Mohon izin, Bapak. Kalau dari ibu-ibu di sini, mengingat kebutuhan pokok di Ambon sangat mahal, bagaimana cara menyiasati agar tidak besar pasak daripada tiang?"

"Mengenai tunjangan kemahalan, nanti sedang diajukan. Tetapi tidak dapat diputuskan sekarang, karena harus dikaji terlebih dahulu," jawab Panglima TNI.

Untuk berhemat dan sehat, lanjut Gatot, setiap rumah diharapkan membuat program rumah hijau. Dengan sistem polibag, setiap rumah dapat menanam dan memanen tanaman sayur yang sehat untuk konsumsi.

(Hbb/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads