"Tadi saya dari stasiun Balapan, Alhamdulilah keretanya tepat waktu, dari Purwokerto akan melanjutkan jalan darat mengikuti dinamika lalu lintas yang menggunakan jalur darat," kata Condro Kirono kepada wartawan di Stasiun Purwokerto, Minggu (3/1/2016).
Menurut dia, dari pantauan pada saat arus mudik Natal dan Tahun Baru, kepadatan bisa terurai karena jalan darurat difungsikan. Tapi saat ini jalan darurat tersebut tidak bisa digunakan karena pengerjaan proyek.
"Bisa kita fungsikan jalan tol darurat. Tapi kalau sekarang sedang ada pengerjaan proyek jadi keberadaan petugas polisi dan TNI kita maksimalkan, termasuk berjaga di perlintasan-perlintasan kita buka tutup dan dialihkan melalui Cirebon," ujarnya.
Saat arus mudik, banyak terdapat titik-titik kemacetan di sepanjang jalan dari Pejagan, melalui jalur tengah hingga jalur selatan Jateng karena volume kendaraan infrastruktur jalan yang tidak memadai.
"Semua dikarenakan meningkatnya volume kendaraan dan infrastruktur yang belum sempurna lebar untuk menampung semua volume," jelasnya.
Sedangkan untuk arus balik liburan tahun baru, Condro menyebut peningkatan jumlah kendaraan ke arah Jakarta sudah meningkat sejak Sabtu (2/1). Namun bedasarkan laporan yang dia terima, tidak ada kemacetan panjang.
"Laporan dari seluruh wilayah, tidak ada antrean yang cukup panjang karena memang angkutan berat sudah tidak dioperasikan, yang masih jalan hanya sembako, susu murni," sambung Condro.
Dari Stasiun Purwokerto, Kakorlantas akan melanjutkan perjalanan untuk mengecek Pospam Bumiayu Brebes kemudian Prupuk, Ciregol, Pejagan, hingga ke Cikarang Utama. (arb/fdn)











































