DetikNews
Minggu 03 Januari 2016, 11:45 WIB

Kunjungan 'Palsu' Makhluk Luar Angkasa ke Bumi

Danu Damarjati - detikNews
Kunjungan Palsu Makhluk Luar Angkasa ke Bumi Profesor Thomas (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Ramai laporan soal bola menyala yang terlihat di langit Jakarta dan sekitarnya, pikiran orang awam jadi mengarah ke soal pesawat UFO. Sebagaimana diketahui, benda terbang tak dikenal itu diasosiasikan sebagai kendaraan makhluk luar angkasa.

Apa mungkin makhluk luar angkasa itu pelesiran sampai bumi ini? Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin menjelaskan soal hal ini.

"Secara astronomi, makhluk luar bumi tidak mungkin mengunjungi bumi," kata Thomas kepada detikcom, Minggu (3/1/2015).

Hingga hari ini, tak ada tanda-tanda kehidupan dalam sistem tata surya kita kecuali di planet bumi yang kita pijak ini. Maka kemungkinan paling menghibur, alien (sebutan untuk makhluk luar angkasa) ada di tata surya lain dengan bintang lain sebagai pusat tata suryanya.

"Dari bintang terdekat saja butuh empat tahun cahaya, dan di situ tidak ada planet yang bisa dihuni makhluk hidup," tutur profesor astronomi yang meraih gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar master hingga doktoral dari Kyoto University ini.

Rupanya, berdasar penjelasan Thomas, di tata surya tetangga pun tak ada kehidupan juga. Baiklah, kalau di tata surya tetangga tidak ada kehidupan lain, barangkali di sistem tata surya yang agak jauh atau bahkan di luar galaksi Bima Sakti ada kemungkinan kehidupan.

Bagaimana, Pak Profesor? Apa mungkin makhluk hidup yang punya batasan umur hidup itu bepergian dalam jarak yang superjauh seperti itu?

"Di luar tata surya kita saja jaraknya bisa puluhan tahun cahaya, bahkan ada yang ratusan tahun cahaya. Maka makhluk dari luar angkasa tidak mungkin sampai ke bumi," kata Thomas.

Thomas bahkan memastikan UFO itu tidak ada. Dia menjelaskan, studi soal UFO sebenarnya bukanlah sepenuhnya ilmiah. Kaum astronom menganggap studi soal UFO sebagai pseudo-sains alias sains palsu.

"Mereka menjelaskan seolah-olah secara ilmiah. Mungkin ada, dari dulu pun ada laporan seperti itu (orang mengaku melihat UFO). Namun demikian secara astronomi, itu (pesawat alien ke bumi) tidak bisa," kata Thomas.

Sekadar catatan, sebelum laporan soal bola melayang di Jakarta dan sekitarnya merebak sejak tadi malam, laporan soal duga-duga keberadaan pesawat UFO atau alien sudah sering diberitakan.

Pada 1 Desember 2011, para anggota komunitas alien dihebohkan dengan penampakan foto diduga pesawat UFO dekat permukaan planet Merkurius. Foto ini dijepret oleh teleskop NASA, Heliosphereic Imager-1, dalam misi SECCHI. Namun NASA langsung membantah penampakan ini. Mereka menyebut foto itu bayangan negatif.

Pada 27 April 1972, astronot Thomas Mattingly, Charles Duke dan John Young, merekam sebuah penampakan benda yang bergerak di bulan. Gambar berdurasi empat detik itu diambil dari pesawat Apollo 16. Namun NASA menyatakan itu adalah penampakah lampu sorot Apollo.

Pada tahun 2010, sebuah komet asteroid P/2010 melintas di angkasa. Namun para peneliti meliha bentuk yang menyerupai sayap malaikat. Para pemerhati UFO sangat antusias. Namun NASA membantahnya karena objek di gambar itu adalah 90 persen benda astronomi.

Pada tahun 1976, pesawat NASA Viking 1, mengitari planet Mars. Mereka berhasil memotret permukaan dan gambar dirilis, ada penampakan gambar wajah mirip wajah Firaun dari Mesir di tekstur permukaan planet tersebut. Namun itu hanyalah gambar permukaan tanah biasa saja.

11 Juli lalu sebuah foto yang diambil oleh NASA membuat heboh. Ada sebuah objek yang diduga pesawat alien berukuran raksasa dan memiliki sayap. Foto itu diambil dari misi The Solar and Heliospheric Observatory (SOHO). Para pemerhati UFO percaya, objek ini 4-5 kali lebih besar dari ukuran bumi.
(dnu/mad)
ufo
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed