Pesan Kesederhanaan Jokowi di Malam Tahun Baru dari Raja Ampat

Pesan Kesederhanaan Jokowi di Malam Tahun Baru dari Raja Ampat

Ray Jordan - detikNews
Minggu, 03 Jan 2016 11:41 WIB
Pesan Kesederhanaan Jokowi di Malam Tahun Baru dari Raja Ampat
Jokowi menyalami warga di Raja Ampat. (Foto: Biro Pers Sekretariat Kepresidenan)
Jakarta - Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat Papua, Kamis malam, 31 Desember 2015. Ribuan warga memadati sebuah tanah lapang di Pantai WTC. Mereka berniat menyambut datangnya malam pergantian tahun bersama Presiden Joko Widodo.

Tepat pukul 22.23 WIT, Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Pantai WTC. Mengenakan kemeja lengan panjang warna putih, Jokowi nampak keluar dari mobil jeep warna hitam. Namun dia tak bergegas menuju panggung yang sudah disediakan panitia.

Presiden memilih berbaur dengan warga dan menyalami satu persatu pengunjung yang datang ke Pantai WTC. Banyak warga yang minta berfoto selfie, dan itu pun dia ladeni. Suara merdu Edo Kondologit yang menyanyikan lagu 'Aku Papua' mengiringi langkah Jokowi menyalami satu persatu warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanah Papua tanah yang kaya
Surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak batu
Adalah harta harapan"

Begitulah sepenggal syair lagu 'Aku Papua' yang dilantunkan Edo. Lagu ini berkisah tentang orang Papua yang memiliki emas dan tidur di atas minyak, namun tidak berkesempatan untuk menikmatinya. Melalui lagu ini, orang Papua diingatkan untuk bangkit atas usahanya sendiri. Lagu itu terus melantun selama Jokowi menyalami warga.



Usai menyalami dan menyapa warga, Jokowi menuju panggung. Namun dia tak memberikan pidato, tahun baru. Presiden hanya melambaikan tangan dari atas panggung. Selanjutnya Menteri Pariwisata Arief Yahya didapuk memimpin perayaan tahun baru di Raja Ampat.

Adapun Jokowi, usai menyapa dan melambaikan tangan ke warga memilih kembali ke penginapan bersama rombongan. Dia memilih mengucapkan selamat tahun baru melalui akun Twitternya @jokowi. "Dari timur Indonesia, Raja Ampat, #SelamatTahunBaru 2016. Optimis!" begitu cuit Jokowi melalui akun twitternya, Kamis (31/12/2015).

Seorang pejabat di lingkungan Istana Negara mengatakan Jokowi tak ingin pergantian tahun baru dari 2015 ke 2016 dirayakan secara besar-besaran dan dengan foya-foya. Presiden sadar betul saat ini masih banyak rakyat yang hidup dengan keterbatasan, miskin dan susah.

"Presiden sangat peka dengan situasi saat ini. Presiden mempersilakan tahun baru diperingati tapi tidak dengan berfoya-foya karena masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat," kata pejabat yang tak mau namanya disebut itu.

(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads