Serikat Buruh Transportasi Gagal Demo di Istana

Serikat Buruh Transportasi Gagal Demo di Istana

- detikNews
Sabtu, 05 Mar 2005 17:41 WIB
Jakarta - Sekitar 150 orang yang tergabung dalam Serikat Buruh Transportasi Indonesia (SBTI) gagal melakukan unjuk rasa di depan Istana Presiden. Bahkan, satu dari empat kontainer yang digunakan dalam aksi tersebut sempat ditahan oleh petugas kepolisian di Jalan RE Martadinata, Plumpang, Jakarta Utara, Sabtu, (5/3/2005).Aksi demo ini awalnya dimulai di depan Kampus UI, Salemba. Namun, ketika sampai di perempatan Senen mereka dihadang petugas kepolisian dari Polres Jakarta Pusat dan dialihkan ke Jalan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sehingga mereka akhirnya beralih ke Deops Pertamina Plumpang.Di Plumpang mereka sempat melakukan orasi atau mimbar bebas untuk menyatakan penolakan kenaikan BBM. Namun sekitar pukul 16.00 WIB, saat mereka akan kembali ke gudang di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, mereka juga sempat dihadang aparat keamanan dari Polres Jakarta Utara dan sempat terjadi ketegangan antara massa dengan petugas kepolisian karena ditahannya salah satu kontainer.Setelah terjadi dialog yang cukup alot, akhirnya para pendemo dan tiga truk kontainer tetap melanjutkan pulang, namun satu kontainer dibiarkan melintang di Jalan Plumpang sehingga menimbulkan kemacetan cukup parah.Namun tidak lama kemudian pihak Polres Jakut membebaskan truk tersebut dan akhirnya para pengunjuk rasa berangsur-angsur pulang.Sementara itu, Koordinator SBTI Ilham kepada detikcom mengatakan, memang sebelumnya aksi demo tersebut akan digelar di Istana Presiden, namun saat mereka melintas diperempatan Senen dan Kramat mereka dihadang polisi untuk tidak ke istana karena dilarang merunjuk rasa dengan menggunakan kontrainer.Ilham juga membenarkan satu kontainer telah pulang dan telah kembali ke Pelabuhan Tanjung Priok. Sebenarnya, menurut dia, aksi unjuk rasa ini bersifat damai untuk menolak kenaikan BBM dan juga menuntut pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Priok dan jalanan terhadap pengemudi kontainer diberantas. "Sudah BBM naik pungli tetap merajalela," tegasnya.Sementara itu, sepanjang Sabtu ini dari pantauan detikcom tidak begitu banyak demo yang dilakukan seperti beberapa hari sebelumnya. (umi/)



Berita Terkait