Malaysia Diminta Libatkan RI dalam Operasi Tegas
Sabtu, 05 Mar 2005 17:28 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia telah melayangkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia untuk diikutsertakan dalam Operasi Tegas yang tengah digelar negeri jiran tersebut."Kita kemarin sudah menyampaikan nota diplomatik untuk ikut serta pada saat mereka melakukan Operasi Tegas. Jadi nanti kita akan diberitahukan satu jam sebelum operasi dilaksanakan dan mengenai lokasinya," kata Atase Ketenagakerjaan Kedubes RI di Malaysia Abdul Malik kepada detikcom di Hotel Four Seasons, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Sabtu, (5/3/2005).Malik menambahkan keikutsertaan pihak Indonesia dalam Operasi Tegas hanya pada lokasi-lokasi yang rawan dan pada jam-jam tertentu saja. "Karena pegawai kita terbatas, jadi kita minta yang kita anggap lokasi-lokasinya rawan dan pada jam tertentu saja kita ikut. Jumlah pegawai diperkirakan 50 orang dari kedutaan saja dan itu memakai seragam khusus," ungkapnya.Malik menjelaskan, sampai saat ini pihak RI masih terus melakukan lobi atau diplomasi terhadap pemerintah Malaysia agar para TKI tidak dikenakan hukuman sebat (cambuk) karena sebagian besar masalah TKI hanya terkait persoalan dokumentasi."Proses hukum di Malaysia bisa hukuman badan atau penjara, denda, atau sebat. Tapi bisa juga sekaligus. Jadi kita sekarang melakukan lobi agar mereka tidak dikenakan hukuman sebat karena cuma masalah dokumen kecuali ada kriminalnya," kata dia.Malik juga menambahkan, bagi Indonesia untuk menuntut balik para majikan yang mempekerjakan para TKI adalah keilegalan para TKI itu sendiri mengingat pemerintah sulit membuktikan siapa majikan para TKI."Kesulitannya adalah faktanya, buktinya apa mereka bekerja di suatu tempat dan dipekerjakan oleh majikannya karena mereka ilegal dan dalam proses hukum itu harus ada," katanya.Dari pantauannya di sejumlah tempat di Malaysia, dia menyatakan, proses Operasi Tegas yang dilakukan pemerintah malaysia dilakukan secara manusiawi dan beretika. Selain itu, Malik juga mengatakan, para TKI sekarang ini justru dapat mengambil harta bendanya dilokasi tempat mereka bekerja.Hal ini berbeda dengan Operasi Tegas sebelumnya yang dilakukam pihak Malaysia yang langsung membawa para TKI tersebut ke dalam penjara."Ada perkembangan baru, dulunya itu apabila para TKI ditangkap di suatu tempat langsung masuk ke penjara, namun sekarang diberi kesempatan untuk memgambil harta bendanya di lokasi tempat mereka bekerja," kata Malik.
(umi/)











































