Menanggapi permintaan Ahok tersebut, Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih menyatakan pihaknya akan menambahkan petugas on board atau kernet dalam bus feeder.
"Berdasarkan masukan berbagai pihak dan juga arahan Gubernur, kami akan tambahkan on-board di bus-bus feeder tersebut," ujar Kosasih dalam pesan singkat, Sabtu (2/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk hal ini, Kosasih menyatakan ada pertimbangan tertentu. Dalam awal peluncuran bus feeder, Kosasih sengaja tidak menempatkan kernet karena tidak ada transaksi uang tambahan di atas bus.
"Untuk bus Kopaja memang tadinya sistemnya itu orang kita akan aktif di halte untuk infokan 'Gratis! Gratis!' dan rute-rute bus feeder tersebut karena tidak boleh ada transaksi uang di atas bus," terangnya.
"Mungkin akan kami minta on-board tersebut adalah kernet dari Kopaja yang akan kami kalkulasikan dalam rupiah per kilometer (Rp/Km) bus feeder," tutup Kosasih.
Untuk informasi, bus feeder merupakan pengganti Kopaja AC yang telah terintegrasi dengan manajemen TransJakarta. Penumpang cukup bayar satu kali sebesar Rp 3.500 di halte busway dan halte khusus feeder (yang akan dibangun Pemprov dalam waktu dekat) melalui tapping kartu.
Selanjutnya, di dalam bus penumpang tidak perlu lagi membayar tiket di dalam bus feeder. Hal ini tentu berbeda dengan Kopaja AC sebelumnya yang penumpangnya ditarik bayaran lagi Rp 6.000 di dalam bus.
Ketidaktahuan penumpang bus TransJ terhadap bus feeder disebut Ahok lantaran kurangnya promosi dari PT Transportasi Jakarta. Ahok mengatakan seharusnya ada petugas on board atau kernet di setiap bus feeder. Akan tetapi, di bus feeder Koridor 6 sama sekali tidak ada petugasnya, sehingga banyak calon penumpang di halte yang kebingungan.
"Harusnya juga ada kernet dong. Kita kan sudah hitung dan kenapa kernet dihilangkan, harusnya ada kernetnya. Menurut saya TransJakarta sederhana sekali, tinggal masukin atau teriak-teriak saja pakai kernet. Bilang gratis-gratis, tinggal ngomong atau tempelin (pengumuman) kek, apa kek," ujarnya di Balai Kota, Rabu (30/12/2015) lalu.
"Makanya saya bilang dia (Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih) enggak ngerti manajemen bus," imbuh Ahok. (aws/bag)











































