Wahana 'Alat Berat' di Pinggir Sungai Ciliwung

Wahana 'Alat Berat' di Pinggir Sungai Ciliwung

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 01 Jan 2016 17:49 WIB
Wahana Alat Berat di Pinggir Sungai Ciliwung
Foto: Aditya Mardiastuti
Jakarta - Belasan anak-anak tampak riang bermain di tepi Sungai Ciliwung di Bidaracina. Sebagian dari mereka asyik mereka bermain layangan, sisanya asyik duduk bercanda di atas backhoe berwarna hijau.

"Emang sering main di pinggir kali karena temen-temen pada main di sini," kata Alwi siswa kelas 5 SDN 01 Bidaracina di lokasi, Jumat (1/1/2016).

Mereka tampak asyik bermain di beton tepian Sungai Ciliwung. Meski tempat mereka bermain itu dekat dengan sungai tak tampak takut di raut wajah mereka. Lebih-lebih mereka yang duduk bercanda di 'backhoe'.

"Nggak takut (manjat). Mumpung yang punya lagi nggak ada dan mesinnya nggak jalan," kata Yosua.
Foto: Aditya Mardiastuti

Yosua lalu bercerita bahwa kemarin Kamis (31/12) ia bersama teman-temannya memancing ikan di sungai. Meski arus sungai cukup deras ia percaya diri karena bisa berenang.

"Kemarin dapat lele 3 ekor. Kami mancing pake jaring. Iseng, ikannya dibakar, ada jagung juga buat tahun baruan, dimakan rame-rame," cerita siswa kelas 2 SMPN 62 Rawa Bunga ini.

Temannya, Aska, menimpali bahwa ia sering dimarahi jika bermain di sungai. "Sebenernya suka main di kali habis itu dimarahin. Katanya bahaya kalau kena beling, takut tenggelem juga," katanya polos.

Meski tetap ceria dan asyik bermain di tepian kali, mereka masih menyimpan harapan untuk memiliki lapangan tempat mereka bermain.

"Pengen punya lapangan bola, tadi kan ada lapangan tapi digusur. Katanya mau bikin paku bumi," kata Yosua.

Kawasan Bidaracina di RW 14 memang termasuk wilayah yang akan dilakukan normalisasi Sungai Ciliwung. Ada tiga rukun tetangga (RT) yang akan mengalami penggusuran.

"Normalisasi itu di Jl Sensus RT 7,4,8, RW 14 Kelurahan Bidaracina. Katanya mau untuk memperbesar Kali Ciliwung," ujar warga Bidaracina, Iwan (50) di lokasi.

Normalisasi Sungai CIliwung yang dimulai sejak tahun 2013 ini, dilaksanakan untuk mengembalikan kondisi lebar sungai dari 10-20 meter menjadi kondisi normal yaitu 35-50 meter.

Sampai dengan bulan Desember tahun 2015 ini, normalisasi Sungai Ciliwung sudah mencapai 47 persen, sebagaimana dinyatakan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat T. Iskandar saat meninjau pekerjaan Normalisasi Ciliwung di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta, Senin (14/12). (mad/mad)


Berita Terkait