89 Pengungsi Aceh Alami Stres, 15 Orang Dirawat di RS Jiwa
Sabtu, 05 Mar 2005 16:14 WIB
Jakarta -
Selain menimbulkan korban fisik bencana gempa dan tsunami di Aceh juga menimbulkan korban psikis. Tercatat 89 orang pengungsi mengalami Post Traumatic Stress dengan rincian 31 laki-laki dan 58 perempuan. Dari jumlah tersebut sebanyak 17 orang mengalami gangguan mental berat (psikotik), dan 72 orang mengalami gangguan mental ringan, serta 15 orang perlu perawatan di Rumah Sakit Jiwa Medan.Demikian laporan situasi terakhir penanganan bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatera Utara yang dilansir media center Lembaga Informasi Nasional dan dikirimkan kepada detikcom, Sabtu (5/3/2005).Sementara itu jumlah pengungsi yang sakit dan menjalani rawat jalan mencapai 1.169 orang, sedang yang menjalani rawat inap 532 orang dan tersebar di enam rumah sakit di Banda Aceh. Penyakit yang dialami pengungsi bermacam-macam. Yakni, antara lain, ada 19 kasus demam berdarah dengue, 9 kasus campak, 1 kasus tetanus, 1 kasus sindroma jaundice akut, dan 1 kasus meningiti. Sedangkan kolera belum ditemukanUntuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) pada penyakit campak, DBD, malaria, dan ISPA telah dilakukan imunisasi kepada 89.591 pengungsi, sebagian besar adalah anak-anak yaitu 69.235 orang atau 77 persen. Juga akan diupayakan imunisasi untuk seluruh anak di Aceh. Namun saat ini yang terealisasi baru imunisasi terhadap 178.490 anak atau 15 persen dari target 1.190.558 anak.Barak dan RumahMedia center LIN dalam rilisnya juga menjelaskan persediaan beras di gudang Pemda atau Dolog serta gudang World Food Programme (WFP) di Aceh sebanyak 29.951.000 kg. Khusus untuk pantai barat stok pangan yang tersedia di gudang cukup untuk kebutuhan 43 hari.Terkait sistem pendistribusian bantuan pangan mulai 1 Maret lalu disepakati beras dan ekstra food akan didistribusikan leh WFP sedang Depsos RI menyalurkan uang lauk pauk sebesar Rp 3.000 per hari untuk per pengungsi.Juga dijelaskan, Departemen Pekerjaan Umum akan segera membangun barak penampungan yang akan menampung 50.000 jiwa atau 10.000 kepala keluarga pengungsi korban tsunami di Aceh. Hingga kini jumlah barak yang sudah dihuni 178 unit dan siap yang huni 494 unit.Sumbangan rumah dari International Organization for Migration akan menampung 11.000 KK dan sumbangan lainnya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, LSM, dan lain-lain tersedia rumah untuk 5.400 KK. Sehingga total pembangunan barak dan sumangan rumah akan menampung 26.000 KK dan pengungsi yang belum tertampung adalah 5.600 KK.
(gtp/)










































