Wartawati Italia Dibebaskan, tapi Ditembak Tentara AS
Sabtu, 05 Mar 2005 15:17 WIB
Den Haag - Wartawati Italia, Giuliana Sgrena, dibebaskan penyandera di Irak Jumat malam. Namun wartawan koran Il Manifesto itu akhirnya ditembak tentara AS.Mobil yang membawa wartawati yang disandera selama satu bulan itu dihujani tembakan oleh tentara AS ketika melewati sebuah check point. Alasan tentara AS, mobil yang hendak membawa Giuliana ke bandara di Bagdad, itu tidak mau berhenti. PM Berlusconi, seperti disiarkan televisi NOS Belanda tadi malam atau Sabtu (5/2/2005) WIB, menyebutkan Giuliana diterjang peluru di bagian pundak dan dilarikan ke rumahsakit. Sedangkan satu anggota dinas intelijen Italia, Nicola Calipari, yang mendampinginya kembali ke Italia tewas seketika.Berlusconi sendiri telah memanggil Dubes AS Mel Sembler di Roma. Menurut televisi Italia, Berlusconi meminta harus ada orang yang bertanggung jawab atas insiden itu, demi menjawab 'pertanyaan-pertanyaan yang mencemaskan.' Bush dilaporkan telah menyampaikan permintaan maaf dan berjanji untuk menyelidiki insiden itu.Giuliana, 57, diculik oleh kelompok tak dikenal di Bagdad pada 4/2/2004 lalu. Melalui rekaman video, dia memohon pemerintah Berlusconi untuk menyelamatkan nyawanya dan menarik pasukan Italia dari Irak. Penculikan Giuliana tersebut mendapat perhatian luas rakyat Italia. Lebih dari 500.000 massa pertengahan Februari lalu turun ke jalan di ibukota Roma, meminta perhatian untuk pembebasan wartawati yang selalu kritis terhadap kebijakan invasi ke Irak. Namun, Berlusconi tidak memenuhi semua permintaan itu. Bahkan ia memperpanjang misi pasukannya di Irak.Akhirnya teman dan para kolega Giuliana menggalang aksi menghimbau penculik untuk membebaskan Giuliana. Mereka menjelaskan bahwa laporan-laporan Giuliana justru untuk menceritakan derita rakyat Irak dan dia bukan kepanjangan tangan tentara sekutu di Irak. Bahkan seluruh material hasil kerja Giuliana dikirimkan ke Irak, sebagai penguat.Koresponden NOS di Roma menyebutkan bahwa upaya teman dan kolega Giuliani itulah yang memungkinkan wartawati itu dibebaskan, bukan berkat tindakan pemerintah Berlusconi atau uang tebusan.
(es/)











































