"Kemarin iya, waktu ada kontak tembak itu memang informasi ada salah satu anggota (OPM) yang tertembak meningggal. Jenazahnya nggak biasa kita ambil, karena daerah itu masih dikuasai mereka, sehingga hanya informasi dari masyarakat saja (yang menyampaikan anggota OPM itu tewas)," kata Badrodin saat dihubungi detikcom, Jumat (1/1/2016).
Badrodin menegaskan perburuan terhadap pelaku penyerangan Polsek Sinak itu akan ditingkatkan dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyerangan Polsek Sinak terjadi pada Minggu (27/12) sekitar pukul 20.45 WIT. Tembakan berasal dari honai yang terletak di belakang polsek tersebut.
Dalam penyerangan itu, tiga anggota polisi yang tewas adalah Briptu Ridho, Bripda Arman dan Bripda Ilham. Kelompok bersenjata tersebut merampas 6 pucuk Senjata jenis AK 47 2 pucuk, moser 3 pucuk, SS-1Β 2 pucuk dan magazen 1 kotak. (idh/mad)











































