Gebrakan Ahok Copot Pejabat di Awal Tahun 2016, Siapa Tersingkir?

Gebrakan Ahok Copot Pejabat di Awal Tahun 2016, Siapa Tersingkir?

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 01 Jan 2016 09:05 WIB
Gebrakan Ahok Copot Pejabat di Awal Tahun 2016, Siapa Tersingkir?
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Sinyal Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merotasi sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta di awal tahun 2016  kian kuat. Beberapa pejabat terancam dilengserkan Ahok demi mengejar target-target.

Ahok berulang kali mengungkapkan keinginannya untuk melakukan perombakan besar-besaran di jajarannya. Dengan pembenahan internal birokrasi, ia berharap program-program pembangunan Ibu Kota berjalan mulus.

Di bidang pendidikan, Ahok merotasi Kadis Pendidikan DKI Jakarta Arie Budiman ke Kemendikbud. Posisi Arie bakal digantikan oleh wakilnya, Sopan Adriyanto, yang akan dilantik 8 Januari 2016.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pembenahan di bidang transportasi masih menjadi prioritas Ahok. Ia berencana merotasi Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih pada Januari ini. Bagi Ahok, banyak calon yang layak menggantikan posisi Kosasih.

Tidak hanya itu, Ahok pun akan merombak besar-besaran jajaran PNS terutama yang masih bermental mafia anggaran.

Berikut 3 gebrakan Ahok:

1. Kadisdik DKI Jakarta

Foto: Ari Saputra
Ahok menugaskan Kadisdik Arie Budiman ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Iya (betul ke Kemendikbud). Saya juga sudah bikin rekomendasi. Kami kayak tugaskan di sana," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (31/12/2015).

Meski Arie tidak lagi di Dinas Pendidikan DKI, namun nantinya ia masih menerima gaji dari Pemprov DKI Jakarta. "Dia masih dapat gaji dari kita, tapi TKD-nya enggak karena tunjangannya dari sana dia," terangnya.

Ahok menilai selama ini kinerja Arie sudah sangat baik. Selanjutnya, Ahok memastikan posisi kepala dinas akan diisi oleh Wakadisdik DKI Sopan Adriyanto. "Nanti wakilnya yang naik (jadi Kadisdik). Tanggal 8 (Januari) naik," kata Ahok.

2. Dirut TransJakarta

Foto: Ari Saputra
Ahok juga akan merotasi Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih pada Januari mendatang.

"Bukan pecat, rotasi saja. Bulan depan," ujar Ahok di Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (18/12/2015).

Ahok menyebut ada perombakan besar-besaran lagi di lingkungan Pemprov DKI pada awal 2016. Hal ini dilakukan guna mewujudkan target-target dengan cepat.

"Januari semuanya (kita evaluasi)," tegasnya.

Ahok menyebut ada banyak calon yang berpotensi untuk menjadi Dirut PT Transportasi Jakarta yang baru. "Banyak (calonnya)," ujar Ahok saat ditanya perihal rencana evaluasi direksi TransJakarta pada Januari mendatang di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).

"Jadi bagaimana nanti?" tanya wartawan.

"Ya lihat nanti lah, tergantung minum obatnya," jawabnya sambil tersenyum.

Seperti yang diketahui, permasalahan TransJakarta hingga saat ini masih cukup banyak. Terkini, salah satu yang disorot Ahok adalah tidak tercapainya jumlah pengadaan bus sepanjang tahun ini. Ahok menargetkan PT Transportasi Jakarta yang resmi berdiri sejak Januari 2015 bisa membeli 1.000 unit bus agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada warga DKI. Namun hingga saat ini, jumlah tersebut belum juga tercapai.

Kosasih beralasan, dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) 2015 dan Public Service Obligation (PSO) 2015 untuk pihaknya belum cair sehingga kesulitan beli bus.

3. PNS Bermental Mafia Anggaran

Foto: Ari Saputra
Tahun 2016, Ahok terus membasmi oknum PNS yang masih bermental 'mafia anggaran'.

Menurut Ahok, oknum-oknum PNS yang kinerjanya tidak baik juga akan dicabut seluruh tunjangan kinerja daerah (TKD) dinamisnya. TDK inilah yang membuat gaji PNS di lingkungan Pemprov Jakarta melejit tinggi.

"Ya (masih banyak oknum) tapi jauh lebih baik. Kalau saya lihat sih tampangnya lebih baiklah sekarang. Mereka sudah tahu saya serius dan saya juga sudah sampaikan, tahun depan kalau saya sampai menstafkan orang yang enggak betul saya akan coret seluruh TKD-nya," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2015).

"Jadi walaupun tidak bisa memecat dari PNS, dia sebetulnya sudah kayak pensiun yang gajinya cuma Rp 3-4 juta. Kalau gaji Rp 4 juta saja terus masuk tiap hari dan kamu biasa naik mobil enak, kamu enggak sanggup lho naik bus atau naik taksi," imbuhnya.

Ia menegaskan terus melakukan pembenahan internal. "Mental-mental (nyolong) ini yang harus kita bersihkan. Saya pikir ya ke depan ini harus berani saja, kayak main bola kan saya bilang. Masa pemain ngegolin ke gawang sendiri? Kalau gitu ya harus kita ganti," ujar Ahok.

Ahok tidak masalah harus banyak mengurangi jumlah PNS di Jakarta sebab langkah ini bisa melakukan efisiensi sekaligus menghemat anggaran.

Halaman 2 dari 4
(aan/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads