Subsidi Mahasiswa PTN Rp 5 Juta/Th, PTS Rp 5 Ribu/Th
Sabtu, 05 Mar 2005 14:40 WIB
Solo - Perguruan tinggi swasta (PTS) mendesak Pemerintah segera mereformasi skema pendanaan perguruan tinggi. Dengan sistem yang berjalan sekarang, Pemerintah dinilai bertindak tidak adil dan mengabaikan kepentingan seluruh rakyat dalam hal pendidikan.Dari data yang ada, seorang mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) mendapatkan subsidi dari Pemerintah sekitar Rp 5 juta per tahun, sedangkan subsidi Pemerintah kepada mahasiswa di perguruan tinggi swasta (PTS) hanya Rp 5 ribu per tahunnya."Telah terjadi unfairness dalam hal pendanaan mahasiswa oleh negara. Pemerintah telah melakukan kesalahan besar dengan membuat terjemahan bahwa negara sama dengan negeri, artinya negara hanya hanya mengurusi sekolahan negeri."Hal tersebut disampaikan oleh Pembantu Rektor IV Univesitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Adi Warsito Siswanto kepada wartawan di Solo, Sabtu (5/3/2005). Dikatakannya UMS akan mempelopori sebuah gerakan reformasi skema pendanaan perguruan tinggi.Dipaparkan Adi, PTN benar-benar dimanja berbagai fasilitas dan dana. Padahal saat ini pungutan dana yang dilakukan PTN terhadap mahasiswanya jauh lebih tinggi dari rata-rata pungutan yang dilakukan oleh PTS, baik berupa SPP maupun pungutan lainnya."Jumlah mahasiswa PTS juga jauh lebih besar. Lagipula kualitas dasar mereka juga di bawah yang diterima di negeri, sehingga perlu perhatian tersendiri. Jika Pemerintah mengabaikan mereka, artinya tidak peduli pada kualitas pendidikan rakyatnya," lanjut Adi.Berdasarkan pemikiran tersebut maka UMS akan mempertemukan para pengelola dan pimpinan PTS pada Senin (7/3/2005) mendatang. Pertemuan itu akan membahas tentang rencana usulan kepada Mendiknas mengenai reformasi skema pendanaan perguruan tinggi."Kami akan bahas secara serius masalah ini, agar tercipta fairness dalam pengelolaan pendidikan nasional. Sebab bagaimana mungkin kami yang dari PTS bisa meningkatkan kualitas lulusan jika sejak awal telah terjadi unfairness," ujar Adi.Menurut Adi, yang akan tampil sebagai key person dalam acara itu adalah Ketua Aptisi Wilayah VI, Sekretaris Dewan Dikti Depdiknas, Wakil Ketua Komisi X, Rektor UMS, Rektor UII Yogyakarta, Rektor UKSW Salatiga dan Rektor Unika Sugiyopranoto Semarang."Usulan dari UMS yang akan diajukan dalam acara itu adalah subsidi tidak diberikan seperti sekarang, tetapi berupa beasiswa yang melekat kepada mahasiswanya. Besar kecilnya bantuan berupa beasiswa itu tergantung rankingnya," paparnya."Beasiswa itu tetap menjadi hak masing-masing selama melanjutkan pendidikan di manapun perguruan tinggi yang dipilihnya, karena tidak sedikit pelajar cerdas yang menolak masuk PTN. Tapi usulan itu masih akan dielaborasi dalam pertemuan Senin mendatang," lanjutnya.
(nrl/)











































