"Kalau saya menyebutkan banyak kegaduhan di 2015 itu. Ada kegaduhan politik, ekonomi, dan permasalahan negara. Mudah-mudahan di tahun 2016 bisa lebih tenang. Oleh karena itu MUI mengajak memahami islam yang moderat seperti islam yang santun, tidak gaduh, tidak kasar, tidak keras, dengan sukarela, tidak maksa-maksa, kita juga dengan penuh toleransi," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin di Masjid Agung At-Tin, di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Kamis (31/12/2015).
Ketua MUI Ma'ruf Amin (dok. detikcom) |
Toleransi, menurut Ma'ruf, adalah antara orang yang saling berbeda pendapat bisa saling tidak egois. Masing-masing individu semestinya bisa saling membangun kasih sayang dan tidak ada yang menyebarkan kebencian.
"Nah, ini potensi konfliknya ada kalau saling berbeda agama, maka katakanlah agamamu agamamu, agamaku agamaku. Ya, sudah masing-masing agama, kalau berbeda partai juga sama, partaimu partaimu, partaiku partaiku," papar Ma'ruf sambil bercerita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik, kita harus mengambil yang terbaik. Perbaikan di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan juga di bidang sumber daya manusia. Oleh karena itu saya mengimbau perbaikan SDM dengan menyiapkan orang-orang ahli agama supaya nanti ada penerus kita para ahli agama dengan regenerasi," kata Ma'ruf.
Selain perbaikan, Ma'ruf mengatakan bahwa rakyat juga harus ada ahli pengembangan.
"Mudah-mudahan zikir kita akan membawa pengaruh hal-hal yang tidak baik di tahun 2015 kita tinggalkan yang buruk-buruk kita masuk ke 2016 dengan lebih baik," pungkas Maruf. (bag/bag)











































Ketua MUI Ma'ruf Amin (dok. detikcom)