Pangdam Diponegoro: Tak Ada Senjata TNI yang Hilang

Pangdam Diponegoro: Tak Ada Senjata TNI yang Hilang

- detikNews
Sabtu, 05 Mar 2005 14:34 WIB
Yogyakarta - Buntut ditemukannya sejumlah amunisi dan senjata M16 di wilayah Jateng, Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro Mayjen TNI Sunarso menegaskan, sejauh ini tidak ada personel TNI dan kesatuan di wilayah Kodam IV Diponegoro yang kehilangan senjata terutama jenis M16."Sejauh ini tidak ada anggota dari Kodam IV yang kehilangan senjata. Saya sudah cross check kepada semua anggota ternyata tidak ada laporan kehilangan senjata," kata Sunarso ketika ditanya wartawan usai sertijab Danrem 072 Pamungkas dari Kolonel Suwarno kepada Kolonel Langgeng Sulistyono di Lapangan Kridosono, Jl. Yos Sudarso, Yogyakarta, Sabtu, (5/3/2005).Pernyataan Pangdam IV Diponegoro tersebut sekaligus menepis adanya berbagai kemungkinan yang melibatkan oknum TNI dalam kasus penemuan senpi di Purworejo, beberapa waktu lalu. Dia menambahkan, semua persenjataan milik TNI di seluruh wilayah Kodam IV Diponegoro sudah diperiksa kembali, ternyata tidak ada satu pun senjata milik TNI yang hilang. "Sampai hari ini tidak ada yang hilang. Semua masih terdata dan terinventaris secara lengkap," katanya.Berdasarkan prosedur yang berlaku dan tetap, kata Sunarso, pihaknya setiap sore mewajibkan semua jkesatuan diwilayahnya melaporkan data inventaris persenjataan yang dimiliki. "Tidak hanya setiap sore hari saja, tapi setiap minggu dan sebulan sekali semua inventaris dicek ulang dan dilaporkan oleh asisten logistik TNI," katanya.Setiap hari masing-masing daerah, kata dia, memberikan laporan secara berjenjang mulai dari Koramil, Kodim, Korem hingga Kodam. Semua senjata di batalyon pun juga dilaporkan melalui Korem kemudian dilaporkan ke Kodam."Sekali lagi tidak ada yang hilang dan senjata yang ditemukan itu adalah M16 A2. Sedangkan senjata kita yang ada di Kodim-Kodim tidak seperti itu, jenis PM, lebih kecil. Mudah-mudahan tidak ada yang hilang," tegas Sunarso.Ketika ditanyakan kemungkinan senjata ilegal berupa 26 pucuk M 16 dan 10 ribu butir peluru berbagai ukuran yang ditemukan di Kebumen, Purworejo dan Temanggung, terutama di wilayah Korem 072 Pamungkas itu berasal dari para disertir militer atau dari daerah lain, Sunarso tidak bersedia menjawabnya. "Tunggu saja hasil penyelidikan dari polisi, saya tak mau berandai-andai. Kita juga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," katanya. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads