Tak ada acara khusus pada malam tahun baru di Kota Tua. Tak ada dekorasi yang berbeda pula pada sudut-sudut bangunan yang usianya sudah ratusan tahun itu.
"Saya hanya main saja ke sini, sama suami dan tiga anak saya. Mengajak jalan-jalan anak saya saja," ujar salah seorang pengunjung yang bernama Diah (36) di Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (31/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota Tua (Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom) |
Diah tak berencana menghabiskan malam tahun baru di Kota Tua. Dia justru akan mengajak anak-anaknya melihat kembang api dan air mancur di Margo City, Depok, Jawa Barat.
"Nanti sekalian jalan pulang naik Commuter Line," kata warga Citayam tersebut.
(Baca juga: Car Free Night di Kota Tua, Ini Jadwal Pengalihan Arus dan Lokasi Parkirnya)
Ada pula sekelompok remaja yang asyik berfoto ria hampir di setiap sudut Taman Fatahillah. Sama seperti Diah, mereka rupanya tak berniat menghabiskan malam tahun baru di sana.
"Sebetulnya kita mau ke Ancol, tapi karena naik Commuter dan turun di sini, jadi mampir dahulu," kata mereka.
|
Sejauh mata memandang memang tak ada beda suasana Kota Tua dengan hari libur biasa. Orang-orang berkostum tentara hingga hantu masih setia menjadi objek foto di depan Museum Sejarah Jakarta. Sepeda-sepeda onthel warna warni juga masih bertengger di bawah pohon depan Museum Wayang.
"Tidak terlalu ramai sih, ini malah lebih ramai sewaktu libur Natal," ungkap salah seorang penjaja balon bernama Rai.
Kota Tua (Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom) |












































Kota Tua (Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom)
Kota Tua (Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom)
Kota Tua (Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom)