Selain mengamankan sebelum dan saat acara berlangsung, petugas juga harus memastikan pembubaran massa ketika acara usai di Ancol berjalan tertib. Skenario pembubaran yang akan dilakukan oleh petugas adalah dengan menjadikan pintu masuk sebagai pintu keluar.
"Pukul 00.30 WIB pintu masuk dijadikan pintu keluar, sampai Ancol betul-betul bersih baru ditutup. Kita bersiap siaga, membuka pintu masuk untuk dijadikan pintu keluar untuk antisipasi pergerakan orang dan juga kendaraan," kata
Kapolres Jakarta Utara Kombes Susetio Cahyadi sebelum menggelar apel pengamanan perayaan tahun baru di lapangan Pantai Karnaval, Ancol, Kamis (31/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang menjadi permasalahan adalah bila terjadi pembiaran bagi kendaraan yang tidak mau parkir di tempat yang telah disediakan. Satgas Korlantas dan satgas mobil derek saya harap bekerja keras untuk mengamankan. Jika bisa dicari pemiliknya, kita harap pengendara langsung bisa diarahkan ke parkir yang telah disediakan oleh pihak Ancol," ucap Susetio.
Jika ada anak yang hilang, lanjut Susetio, petugas khusus akan bergerak mencari dan berkoordinasi. Diharapkan pengunjung bisa tertib dan selalu waspada agar perayaan tahun baru ini berjalan dengan lancar.
"Satuan anak hilang harus segera bekerja, kalau ini bisa berjalan Ancol bisa tertib," katanya.
Pihak Ancol menggelar konser musik yang meriah untuk pergantian tahun baru ini. Artis-artis papan atas diundang untuk menghibur para pengunjung. Gubernur, Wagub dan Kapolda juga akan merayakan pergantian tahun di Ancol. Pengamanan di sana juga diperketat.
Merayakan pergantian tahun di Ancol sendiri tidak murah. Setiap pengunjung harus membayar tiket masuk Rp 15 ribu/orang, mobil Rp 20 ribu, dan motor Rp 15 ribu. (slh/nrl)











































