"Tidak kurang dari 190 ribu personel (Mabes) dilibatkan. Kemudian tidak kurang dari 90 ribu personel Polri seluruh Indonesia juga dilibatkan. Dan tentu itu berkembang sesuai dengan kebutuhan lapangan," ujar Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Suharsono kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (31/12/2015).
Menurutnya ribuan personel tersebut tak hanya berasal dari Mabes Polri, namun juga dibantu oleh aparatur lain seperti TNI, hingga Satpol PP. Para personel yang dikerahkan ini, menurutnya tak hanya yang terkena surat perintah operasi lilin, tetapi di luar kegiatan rutin atau dengan kekuatan rutin yang berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting masyarakat mengetahui kalau dia akan bergerak, artinya bergeser dari satu titik ke titik lain dengan menggunakan kendaraan pribadi atau apapun, sebaiknya mengetahui situasi lalu lintas. Karena di jalan akan diberlakukan rekayasa-rekayasa yang dilakukan oleh aparat yang ada di lapangan," sambung Suharsono.
Dia menambahkan, tentu saja leading sectornya adalah dari aparat kepolisian, baik pengalihan arus, baik itu sistem buka tutup, atau di beberapa titik lainnya. Beberapa hal penting yang diperhatikan adalah tempat penjagaan, tempat yang memang menjadi tujuan atau perlintasan dari seluruh pemakaian jalan dan juga diberlakukan pada tenggat tertentu yang memungkinkan.
"Ini tol ya ini, adalah contra flow, yang non-tol juga mungkin di tempat tempat tertentu, sesuai dengan situasi. Saya kembalikan kepada pengguna jalan yang cerdas," kata dia.
Lalu bagaimana caranya menjadi pengguna jalan yang cerdas pada malam tahun baru?
"Dengan memonitor media yang ada di Indonesia itu kan banyak sekali. Ada perkembangan terkini lalu lintas. Di antaranya kalau sms hotline kami ada di 9119 dan 1500669 itu Call Center NTMC Polri. Dan juga sekarang sudah ada NTMC TV. Ini bisa langsung membuka daerah mana di seluruh Indonesia. Ini siapapun bisa mengakses dan sangat mudah," tutupnya.
(rni/Hbb)










































