Pantauan detikcom, Kamis (31/12/2015) pagi tadi, tampak sejumlah kendaraan berlalu-lalang di atas JLNT. Kemacetan di sekitar perempatan Kuningan pun sedikit terurai dengan adanya JLNT tersebut.
Sementara bagian bawah flyover masih terus dibenahi. Rerumputan tampak menghijaukan tanah bekas galian di bawah JLNT tersebut.
Masalah yang mungkin akan timbul ketika crossing kendaraan yang dari kiri hendak ke kanan ke jalan layang atau sebaliknya yang dari kanan seperti bus TransJakarta yang jalurnya sebidang dengan JLNT. Tampak barier memisahkan jalur JLNT dengan jalan bawah, tepat di turunan JLNT.
Flyover Kuningan arah Semanggi itu baru dibuka kemarin, Rabu (30/12). Flyover Kuningan sisi selatan ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di perempatan Kuningan. Dengan adanya flyover ini kendaraan dari arah Pancoran arah Semanggi dapat melintas langsung tanpa harus berhenti terlebih dahulu di perempatan Kuningan.
Penggunaan jalan layang non tol (JLNT) yang dibangun sejak tahun 2014 dengan biaya sekitar Rp 137 miliar tersebut masih diuji coba. Karena itu, fasilitas seperti rambu-rambu dan lampu penerangan jalan masih belum lengkap.
(mei/Hbb)











































