Bertahun Baru di Pulau Seribu, Ribuan Orang Antre di Pelabuhan Muara Angke

Bertahun Baru di Pulau Seribu, Ribuan Orang Antre di Pelabuhan Muara Angke

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Kamis, 31 Des 2015 12:46 WIB
Bertahun Baru di Pulau Seribu, Ribuan Orang Antre di Pelabuhan Muara Angke
Ilustrasi pantai (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Kepulauan Seribu juga menjadi sasaran masyarakat menyambut malam tahun baru. Ribuan orang tampak memenuhi Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, yang menjadi pusat penyeberangan kapal menuju Kepulauan Seribu.

"Prediksi kami sudah sekitar 20 ribu orang yang menyeberang ke Kepulauan Seribu," kata salah satu staf biro wisata, Hafiz, kepada detikcom, Kamis (31/12/2015) pukul 12.00 WIB.

Dari foto yang dikirim Hafiz, tampak warga yang sedang berjalan di sepanjang dermaga menuju kapal untuk menyeberang. Pulau Harapan dan Pulau Pari menjadi tujuan favorit wisatawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang unik, saat sebagian warga Jakarta berbondong-bondong ke Bandung atau sekitarnya, warga Bandung dan Sukabumi justru banyak yang menyeberang ke Pulau Harapan.

"Mungkin mereka bosan berlibur ke Bandung jadi mencari alternatif baru," sambungnya.
Suasana penumpang di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke (istimewa)

Ia menyebutkan sebenarnya lonjakan penumpang sudah terjadi sejak libur Natal dan terus bertambah menjelang tahun baru. Semua homestay yang ada di Pulau Harapan dan Pulau Pari sudah penuh dipesan sejak sebulan lalu.

Sebenarnya, untuk menyeberang ke gugusan Kepulauan Seribu bisa melalui pelabuhan Kali Adem atau Marina Ancol. Hanya saja, warga lebih memilih naik dari Pelabuhan Kali Adem karena penawaran paket liburan yang murah.

"Ke Pulau Harapan sekitar Rp 420 ribu per orang dengan jumlah minimal kuota 10 orang. Mereka sudah dapat tiket kapal pulang pergi, homestay 1 malam, makan 3 kali, barbekyu, snorking dan dokumentasi underwater," ucapnya.
Wisatawan di Pulau Harapan

Harga ini disebutnya memang dinaikkan Rp 10 ribu dari harga di hari biasa. Penyebabnya, adanya kenaikan tarif homestay di Pulau Harapan.

Biasanya wisatawan hanya berlibur 2 hari 1 malam sesuai paket yang ditawarkan. Meski begitu, tak menutup kemungkinan wisatawan menambah waktu berliburnya. Keramaian ini pun akan terus terjadi hingga tanggal 3 Januari mendatang.

Namun, ada beberapa catatan wisatawan yang disampaikan pada Hafiz. Fasilitas yang baik di pelabuhan tidak ditunjang dengan akses jalan menuju pelabuhan yang kerap banjir saat air pasang atau diguyur hujan. (mnb/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads