Hasil reses tersebut disampaikan DPRD DKI Jakarta kepada Ahok dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (31/12/2015). Ahok hadir didampingi Wagub DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat.
Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana memimpin jalannya rapat paripurna tanpa didampingi pimpinan lainnya. Agenda rapat hari ini adalah Laporan Panitia Penyusun Inventarisasi terhadap Hasil Laporan Masa Reses Ketiga Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masa reses ketiga DPRD DKI berlangsung pada 7-15 Desember lalu. Laporan yang dibacakan merupakan hasil inventarisasi dari semua aspirasi. Versi lengkapnya kemudian dilampirkan.
DPRD DKI membagi laporan reses dalam beberapa bidang. Di bidang pemerintahan, DPRD DKI menyoroti soal pelayanan e-KTP serta pemeriksaan alat pemadam kebakaran di setiap RW. Ada pula catatan tentang keberadaan ormas.
"Mengingat banyaknya ormas-ormas yang tidak jelas tujuannya sehingga mengganggu kenyamanan warga agar pemerintah dapat mengevaluasi keberadaan ormas dan melakukan pengawasan," kata anggota DPRD DKI Bimo Hastoro yang membacakan inventarisasi laporan.
Dalam hal perekonomian, yang menjadi sototan adalah soal pemeriksaan bahan makanan di pedagang, kualitas air bersih, serta tunggakan PBB. Pemprov DKI Jakarta juga diminta meningkatkan kinerja soal transportasi. "Agar meningkatkan pelayanan di bidang transportasi serta memperbaiki fasilitas penunjang transportasi angkutan perkotaan," ujarnya.
Soal pembangunan, sampah dan air yang diminta jadi perhatian. Sekarang sudah masuk musim hujan, sehingga Dinas Tata Air diminta memperlebar dan melakukan normalisasi saluran air. Ada pula catatan soal sampah. "Dinas kebersihan perlu menambah tempat sampah dan gerobak sampah hingga ke tingkat RT/RW," jelas Bowo.
Di bidang kesejahteraan sosial, DPRD DKI menyoroti soal KJP, tunjangan guru, hingga BPJS. Pemprov DKI Jakarta juga diminta memperhatikan pekerja sosial. "Diharapkan dapat memberikan perhatian kepada pekerja sosial, seperti guru ngaji dan marbot masjid," tutupnya. (imk/aan)











































