Kado Gratis Ahok untuk Warga Jakarta di Tahun Baru

Kado Gratis Ahok untuk Warga Jakarta di Tahun Baru

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 31 Des 2015 10:47 WIB
Kado Gratis Ahok untuk Warga Jakarta di Tahun Baru
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Sederetan resolusi dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di tahun 2016. Ahok mempersembahkan kado transportasi gratis bagi warga Jakarta. Intip isinya!

Ahok bertekad membuat kepala, perut dan dompet warga Ibu Kota penuh di tahun 2016. Pembenahan-pembenahan dikebutnya di segala bidang, salah satunya masalah transportasi.

Ia berjanji menggratiskan biaya kapal bagi warga Kepulauan Seribu yang hendak menjual hasil bumi ke Jakarta. Selain itu, Ahok menyediakan feeder gratis bagi warga Jakarta yang menggunakan bus TransJakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak melulu memikirkan warga Jakarta saja, Ahok juga merangkul keluhan warga daerah mitra. Ahok juga menggratiskan warga daerah penyangga atau mitra kota untuk naik bus TransJakarta. Ini dilakukan Ahok agar warga yang mengendarai motor bersedia beralih ke bus TransJakarta.

Berikut 3 kado gratis dari Ahok:

1. Kapal Gratis

Foto: Ari Saputra
Ahok berencana menggratiskan biaya kapal dari Kepulauan Seribu ke Jakarta dan sebaliknya. Mereka yang ingin digratiskan harus menunjukkan KTP dengan domisi Kepulauan Seribu.

"Untuk menaikkan ekonomi (warga) Pulau Seribu, masyarakat yang suka metik daun kelor, punya nanas dan pisang di kebunnya banyak yang enggak bisa bayar kalau mau ke Jakarta. Ongkos kapalnya suka mahal," kata Ahok usai meresmikan RPTRA Meruya Utara, Jakarta Barat, Selasa (29/12/2015).

Ahok mengatakan selama ini banyak keluhan dari warga Kepulauan Seribu yang kesulitan menjual hasil bumi ke Jakarta karena terkendala biaya transportasi kapal. Karena itu ia berharap dengan menggratiskan biaya angkut kapal maka akan meningkatkan perekonomian warga Kepulauan Seribu.

"Nah, coba kalau ada kapal yang memang tidak perlu bayar, dia tidak akan mahal bayarnya sehingga bisa lebih gampang untuk jual dagangannya ke Jakarta," katanya.

Untuk naik kapal secara gratis, warga cukup menunjukkan KTP dengan domisili Kepulauan Seribu. Dari pihak pengusaha kapal angkut, Ahok berencana ingin mensubsidi kapal tersebut dengan dibayar rupiah per mil.

"Orang Pulau Seribu tunjukkin KTP Pulau Seribu nanti naik kapal ke Jakarta gratis, kami bayar rupiah per mil. Nanti pas ke Jakarta juga naik bus gratis," janji Ahok.

2. Bus Gratis Daerah Mitra

Foto: Hasan Alhabshy
Ahok berwacana menggratiskan warga daerah penyangga atau mitra kota untuk naik bus TransJakarta. Hal ini dilakukan agar mereka melepaskan motornya dan beralih ke bus TransJ atau angkutan umum lain.

"Orang naik motor karena lebih gampang kreditnya dan enggak ribet. Kalau masih enggak mau juga beralih ke bus dan lepasin motor aku gratisin saja deh buat orang Tangerang naik bus asal buka rekening Bank DKI pikirku," ujar Ahok di RPTRA Bintaro Permai, Jl Permai III Komplek GOR, Pesanggerahan, Jaksel, Rabu (30/12/2015).

Selain itu, siswa pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), petugas Pemeliharaan Prasarana Sarana Umum (PPSU) dengan menunjukkan kartu identitasnya, penghuni rusun dengan menunjukkan KTP-nya dan anggota TNI/Polri.

Tidak hanya itu,Β  Ahok serius mencanangkan para penghuni rusun untuk gratis naik bus. "Tahun depan penghuni rusun mulai tidak bayar naik bus. Ini mendorong mereka untuk tidak beli motor, jadi tinggal di rusun itu betul-betul kesempatan untuk tumbuh," terangnya.


3. Feeder Gratis

Foto: Ayunda/detikcom
Tidak sedikit orang yang belum mengetahui bus sedang pengumpan (feeder) yang sudah wara-wiri di Koridor 6 (Ragunan-Dukuh Atas atau Monas). Ahok mengaku promosi PT Transportasi Jakarta soal bus itu belum maksimal.

"Ya itu menurut saya TransJakarta sederhana sekali, tinggal masukin atau teriak-teriak saja pakai kernet. Bilang gratis-gratis, tinggal ngomong atau tempelin (pengumuman) kek, apa kek," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/12/2015).

Ahok mengatakan seharusnya ada petugas on board atau kernet di setiap bus feeder. Akan tetapi, di bus feeder Koridor 6 sama sekali tidak ada petugasnya, sehingga banyak calon penumpang di halte yang kebingungan.

"Harusnya juga ada kernet dong. Kita kan sudah hitung dan kenapa kernet dihilangkan, harusnya ada kernetnya," ujarnya.

"Makanya saya bilang dia (Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih) enggak ngerti manajemen bus," imbuh Ahok.

Bus feeder merupakan pengganti Kopaja AC yang telah terintegrasi dengan manajemen TransJakarta. Penumpang cukup bayar satu kali sebesar Rp 3.500 di halte busway dan halte khusus feeder (yang akan dibangun Pemprov dalam waktu dekat) melalui tapping kartu.
Selanjutnya, di dalam bus penumpang tidak perlu lagi membayar tiket di dalam bus feeder. Hal ini tentu berbeda dengan Kopaja AC sebelumnya yang penumpangnya ditarik bayaran lagi Rp 6.000 di dalam bus.





Halaman 2 dari 4
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads