Kapolda Metro: Ancaman Teroris Termasuk ISIS Harus Tetap Diwaspadai

Kapolda Metro: Ancaman Teroris Termasuk ISIS Harus Tetap Diwaspadai

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 31 Des 2015 09:37 WIB
Kapolda Metro: Ancaman Teroris Termasuk ISIS Harus Tetap Diwaspadai
Ilustrasi/Densus 88 dan Gegana menggerebek rumah terduga teroris di Mojokerto, Minggu (20/12/2015).Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Terorisme masih menjadi ancaman pada tahun 2016. Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Tito Karnavian meminta agar kewaspadaan dan upaya deteksi dini ditingkatkan.

"Untuk mengantisipasi ancaman teroris, khususnya kelompok ISIS yang saat ini terjadi di beberapa negara termasuk di wilayah hukum Polda Metro Jaya, agar seluruh personel melakukan pengawasan terhadap 94 orang WNI yang kembali dari Suriah," kata Irjen Tito di Jakarta, Kamis (31/12/2015).

"Update secara terus-menerus data terhadap WNI yang telah kembali ke Indonesia yang diduga telah bergabung dengan ISIS di Suriah dan lakukan pengawasan terhadap 14 orang yang diduga pendukung ISIS yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upaya pencegahan lainnya, Polda Metro Jaya sudah memberikan pengarahan kepada para duta besar untuk meningkatkan pengamanan internal, sementara sosialisasi tentang bahaya radikalisme juga terus dilakukan.

Polda Metro Jaya bersama Densus 88 Polri juga terus melakukan upaya monitoring terhadap WNI yang pulang dari Suriah.

"Intensifkan peran dan fungsi Bhabinkamtibmas, serta tingkatkan fungsi intelijen. Karena kita sudah mendapatkan tambahan dana intelijen sehingga harus betul-betul ditingkatkan upaya intelijen dan deteksi dini," sambung Tito.

Pencegahan juga dilakukan dengan memantau napi teroris baik yang masih berada di rutan maupun yang sudah bebas dan tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Bhabinkamtibmas diimbau untuk menggerakkan warga agar melakukan deteksi dini dengan cara ronda, pendataan lapor diri 1x24 jam dan mendatakan pendatang baru serta melaporkan warga yang mencurigakan.

Selain itu, Polda Metro Jaya dan Densus 88 Polri juga terus melakukan upaya represif terhadap para pelaku terorisme. Sepanjang 2015, sejumlah ancaman teror hingga aksi teror berhasil digagalkan Polda Metro Jaya dan Densus 88 Polri.

Di antaranya mengungkap ancaman bom yang terjadi pada tanggak 21 Februari 2015 di Kampung Ciketing Asem RT 02/03 Mustika Jaya, Kota Bekasi di sebuah bengkel las milik Cece. Polisi menangkap pelakunya yakni Drs Eko Suprapto dan C Via Triwi.

"Kemudian Polda Metro bersama Densus 88 Polri juga berhasil mengungkap kasus ancaman bom di Hotel Spark, Tamansari, Jakarta Barat pada 26 Februari 2015. Pelaku bernama Ridwan berhasil kita tangkap di Dusun Teupin Bayu Utara, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, NAD," tuturnya.

Polda Metro Jaya juga menangkap 5 orang terkait jaringan ISIS pada 21 Maret 2015 lalu, salah satunya tersangka  Koswara Ibnu Abdullah alias Jack ditangkap di Kampung Warung Asem, Sumber Jaya, Tambun.

"Tersangka terlibat memfasilitasi dan membantu membiayai para ikhwan yang akan berangkat ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS," tuturnya.

Terakhir, Polda Metro Jaya juga mengungkap aksi teror bom di Mal Alam Sutera. Setelah tiga kali terjadi aksi teror bom, tersangka bernama Leopard Wisnu Kumala ditangkap pada 29 Oktober 2015 lalu.

"Tetapi tersangka Leopard ini tidak terkait dengan jaringan terorisme. Motifnya hanya masalah ekonomi," ujar Tito. (mei/fdn)


Berita Terkait