Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian yang pernah menjabat sebagai Kapolda Papua, tahu betul bagaimana kondisi di Sinak. Ia pun berbagi cerita soal kerawanan di Sinak.
Menurut Tito, rasio jumlah polisi yang ada di wilayah Papua tidak bisa dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada. Sebab, wilayah Papua sangat luas sehingga anggota yang ada tidak akan bisa mengamankan seluruh wilayah yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai polisi yang pernah memimpin di Polda Papua, Tito tahu betul bagaimana ancaman kerawanan yang harus dihadapi anggota Polsek Sinak. Apalagi, Papua masih dibayangi sekelompok sipil bersenjata api yang setiap saat bisa menyerang sesama bahkan anggota TNI dan Polri.
"Nah, kasihan anggota pos di situ. Mereka jaga di situ, 4 sampai 8 orang. Kerawanan di sana sangat tinggi karena kelompok bersenjata ada di sana. Tidak semua, tapi hanya di wilayah pergunungan," imbuhnya.
Kapolda menjadikan hal itu sebagai pelajaran penting bagi anggota Polda Metro Jaya. Anggota yang bertugas di jantung pemerintahan, harus bersyukur dan bertugas lebih baik karena anggota yang ditugaskan di Sinak tidak seberuntung di Polda Metro Jaya.
Di Sinak, anggota tidak bisa menikmati hiburan yang beragam seperti di Polda Metro Jaya. Untuk biaya hidup pun sangat mahal di Papua sana itu.
"Teman-teman di Polda Metro harus bersyukur karena dibanding teman-teman di Papua, di daerah Polsek Sinak. Saya tahu persis itu di Kabupaten Puncak, tidak ada hiburan di sana, keluarganya jauh, ketemu 2 sampai 3 minggu sekali. Naik pesawat lima juta untuk biaya ke Sinak," ungkapnya.
"Harga Indomie pun bisa Rp 50 ribu. Nah bandingkan dinas di Polda Metro, bisa masuk Mall walau pun hanya nonton dan melihat saja. Bisa nonton cinema 21. Kemudian keluarga dekat dan teman-teman Polda Metro harus mensyukuri," terangnya.
Anggota yang bertugas di wilayah Papua juga harus bertaruh nyawa karena setiap saat bisa saja berhadapan dengan kelompok bersenjata api. Sementara anggota Polda Metro Jaya bisa beraktivitas dengan aman, meski kerawanan itu pun mungkin saja terjadi di wilayah Jakarta.
"Dibanding kawan kita di sana, mereka terancam nyawanya. Meskipun di Polda Metro ada ancamannya seperti begal tapi nggak serawan di gunung. Oleh karena itu teman-teman Polda Metro harus mensyukuri," pungkasnya. (mei/dra)











































