Dukung Kenaikan BBM, Gubernur Riau Dianggap Bodohi Rakyat
Sabtu, 05 Mar 2005 12:46 WIB
Pekanbaru -
Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Hijau Hitam Sabtu, (5/3/2005), melakukan aksi demo di kediaman Gubernur Riau Rusli Zainal, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Riau, terkait dengan pernyataan Rusli yang mendukung kenaikan BBMMahasiswa menuding Rusli selaku alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau, sengaja membodoh-bodohi rakyatnya hanya karena tekanan pemerintah pusat.Menurut mahasiswa dari Universitas Riau tersebut, Rusli selaku gubernur tidak bisa berbuat banyak dalam mengantisipasi kenaikan BBM. Hal itu dibuktikan dengan kenaikan transportasi di Pekanbaru yang mencapai 20 persen.Padahal dalam berbagai macam pernyataan gubernur selalu menyatakan jasa transportasi hanya boleh dinaikan 10 persen. Karena itu, mahasiswa mendesak gubernur dan DPRD Riau untuk membuat pernyataan menolak kebijakan presiden atas kenaikan BBM.Mereka juga mendesak pemerintahan SBY-JK untuk menaikkan pajak barang mewah, menangkap konglomerat hitam, koruptor serta mengembalikan uangnya untuk mengurangi beban APBN. Dalam orasinya mahasiswa juga menyatakan dukungannya kepada DPR RI yang akan menggunakan hak angket menghadapi kebijakan pemerintah yang telah menaikkan BBM. Orasi mahasiswa ini berlangsung sekitar 45 menit. Mereka tertahan di depan Konsulat Singapura yang berada di samping rumah dinas Gubernur Riau. Aksi mereka tertahan oleh aparat serta Satpol Pamong Praja. Dalam aksi tersebut mereka mendesak bertemu dengan Rusli Zainal. Sayang, dari informasi Satpol PP, Rusli kini tengah berada di Jakarta.Dengan kecewa akhirnya mereka meninggalkan kediaman Rusli dan berjalan menuju Gedung RII yang jaraknya sekitar 2 kilometer. Rencananya, mereka akan meminta izin melakukan siaran langsung untuk menolak kenaikan BBM.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































