Dalam sambutannya sebagai inspektur upacara, Ganjar mengatakan bahwa ketika ditunjuk sebagai penjabat wali kota, kondisi kesehatan almarhum Budi Suharto memang sudah kurang fit. Ketika dirinya menanyai apakah Budi Suharto sanggup mengemban jabatan tersebut, Budi mengatakan kalau memang itu perintah dari negara, tidak ada jawaban selain siap.
"Setelah itu selalu memantau beliau karena kondisinya yang kurang sehat. Saya memberi hormat setinggi-tingginya kepada beliau yang telah bekerja keras dan mengembang amanah untuk bangsa dan negara," kata Ganjar dalam sambutan upacara pelepasan jenazah, Rabu (30/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang kariernya sebagai PNS di kalangan Pemkot Surakarta, Budi dikenal sebagai pekerja keras. Budi sering bahkan hingga tengah malam masih berada di ruang kerjanya di Balaikota Surakarta untuk menyelesaikan pekerjaan. Karena itu dia sering melupakan kesehatan dirinya. Beberapa tahun menjelang wafat, Budi sempat beberapa kali mendapat perawatan khusus karena problem jantung dan tekanan darah kurang stabil.
Sebelum menjabat sebagai Penjabat Wali Kota, Budi Suharto menjabat sebagai Sekda Kota Surakarta sejak Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Budi menjabat sebagai Pj Wali Kota semenjak Agustus 2015 mengisi kekosongan posisi wali kota yang ditinggalkan Hadi Rudyatmo yang habis masa jabatannya, sampai menunggu pelantikan wali kota definitif hasil Pilkada 9 Desember lalu.
Kepada wartawan usai pelepasan jenazah, Ganjar mengatakan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan Pemkot dan menyetujui nama Budi Yulistiyanto yang saat ini menjabat Plt Sekda Kota Surakarta untuk menjadi Plt Pj Walikota sembari menunggu pelantikan wali kota definitif. Ditemui di tempat yang sama, Budi Yulistiyanto mengaku sebagai PNS harus siap mengemban jabatan apapun yang ditugaskan. (mbr/try)










































