"Keinginan untuk Munas Bersama yang disampaikan Bang Akbar Tandjung, saya kira sudah sesuai dengan apa yang menjadi hasil Rapimnas yang diselenggarakan kami beberapa pekan yang lalu," kataย Ketua DPP Golkar hasil Munas Ancol, Ace Hasan kepada wartawan, Rabu (30/12/2015).
Ace menuturkan bahwa ajang Munas dibutuhkan untuk mengakhiri konflik Golkar dan menyatukan lagi dua kubu. Apalagi, setelah MA memutuskan agar SK Menkum HAM yang kini dipegang kubu Agung untuk dicabut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kubu Agung sebenarnya sudah membentuk Tim 7 untuk membahas konsep munas ini dengan Ical cs. Ketua Harian Golkar kubu Ical, MS Hidayat sebelumnya menyebut dua kubu siap duduk bersama awal Januari.
"Saya kira pernyataan Bang Akbar sebagai Ketua Wantim Munas Bali harus didengarkan seksama oleh kubu ARB," ungkap Ace.
Tim 7 masih berusaha untuk duduk bersama dengan kubu Ical soal waktu yang tepat melaksanakan munas. Ace mengatakan sebenarnya kubu Agung sudah punya ancang-ancang waktu munas.
"Tenggat waktu yang diberikan terkait penyelenggaraan Munas ini sama dengan usulan Bang Akbar yaitu awal tahun, sekitar akhir Januari atau bulan Februari," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Akbar mengatakan bahwa Munas dinilai sebagai solusi terakhir untuk mengatasi polemik ini, karena solusi-solusi sebelumnya selalu gagal."Didorong rasa keprihatinan kami maka kami berpendapat bahwa satu-satunya langkah yang harus ditempuh adalah segera Munas pada awal tahun 2016," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung di Akbar Tanjung Institute, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2015).
(imk/tor)











































