Rawan! Di Terminal Pulogadung, Mahasiswa ini Kena Palak Preman Rp 30 ribu

Rawan! Di Terminal Pulogadung, Mahasiswa ini Kena Palak Preman Rp 30 ribu

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 30 Des 2015 08:08 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Jakarta - Kawasan terminal merupakan salah satu tempat yang rawan akan tindak pidana premanisme. Seperti yang terjadi di terminal bus Pulogadung, seorang kernet justru melakukan aksi premanisme dengan memalak calon penumpang.

Seorang mahasiswa bernama Kurniawan (16) menjadi korban pemalakan yang dilakukan Riski Nurahman (23) pada Selasa (29/12) malam tadi.

"Modus pelaku adalah menawarkan korban mengantarnya ke bus, tetapi kemudian dimintai uang. Pelaku adalah kernet Metromini," ujar Kasubag Humas Polres Jakarta Timur Kompol Husaima kepada detikcom, Rabu (30/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berawal ketika korban mendatangi terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Korban yang baru tiba dari Kemayoran, Jakarta Pusat saat itu hendak menuju ke Karawang, Jawa Barat.
                                                                                                   
"Korban turun di pinggir jalan depan terminal bus, kemudian korban berjalan kaki bermaksud mau masuk ke dalam terminal," ungkapnya.

Pelaku yang melihat korban seperti kebingungan itu kemudian mendekati korban. Pelaku kemudian bertanya  kepada korban "mau kemana mas" dan dijawab korban "mau ke Karawang ".

Pelaku kemudian menawarkan korban untuk mengantarnya ke dalam bus. Namun korban menolaknya.

"Tetapi rupanya pelaku mengikuti korban sampai ke dalam mobil Elf rute Karawang," imbuhnya.

Saat di atas mobil, pelaku kemudian memaksa korban untuk memberikan uang karena merasa sudah mengantar korban. Korban pun terpaksa memberikan uang Rp 10 ribu.

"Tetapi pelaku menolak diberi Rp 10 ribu, dan meminta lebih. Hingga akhirnya korban memberikan uang total Rp 30 ribu dan pelaku baru pergi," imbuhnya.

Merasa diperas, korban kemudian mengadu ke Pol Subsektor Terminal Bus Pulogadung. Tidak berapa lama, pelaku kemudian ditangkap Unit Resmob Polres Jakarta Timur yang berjaga di lokasi.

(mei/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads