Warga Merauke Sambut Jokowi dengan Tarian Adat di Acara Kapsul Waktu

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 30 Des 2015 07:49 WIB
Foto: Ray Jordan/detikcom
Merauke - Presiden Joko Widodo hari ini menghadiri acara Kapsul Waktu Indonesia: Impian Indonesia 2015-2085 di Merauke, Papua. Tarian kolosal dari berbagai suku asli Merauke menyambut kedatangan Jokowi.

Jokowi tiba di lapangan Kantor Bupati Merauke, sekitar pukul 09.15 WIT, Rabu (30/12/2015). Jokowi didampingi oleh Ibu Negara Iriana Widodo.

Kedatangan Jokowi disambut oleh tarian ratusan warga dari berbagai suku di Merauke, Papua. Tarian tersebut melambangkan sukacita atas hadirnya pemimpin negara di Bumi Cenderawasih.

Ratusan orang tersebut melantunkan nyanyian sambil menari. Beberapa dari mereka menari sambil menabuh gendang. Jokowi yang berada di tengah-tengah para penari ini terlihat menebar senyum sambil melambaikan tangan.

Bupati Merauke Terpilih, Frederikus Gebze mengatakan, para penari itu berasal dari berbagai suku yang ada di Merauke, yakni Marin, Kanum, Yeinan, Asmat, Mapi, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

"Mereka melakukan tarian adat, tarian suka cita, tarian persembahan dan syukur atas hadirnya pemimpin negara dan mengucap syukur kepada bangsa, negara dan tanah leluhur atas pesta yang diadakan ini," ujar Frederikus.

Rencananya, Jokowi nanti akan menulis impiannya untuk Indonesia 70 tahun mendatang dan meletakkannya di dalam sebuah kapsul. Setelah itu Jokowi akan meresmikan Monumen Kapsul Waktu' Impian Indonesia 2015-2085. Monumen ini terletak tak jauh dari Kantor Bupati Merauke.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, masyarakat Papua menyambut baik kedatangan Presiden Jokowi. Bahkan mereka juga telah menulis impian untuk diletakkan di Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2015.

"Harapan kita semoga bapak berjalan dalam damai dan sejahtera dan dilindungi Tuhan YME. Ini Harapan dan keinginan seluruh rakyat Indonesia, anak-anak bangsa Indonesia. Tahun 2085 mungkin kami sudah tidak ada, tapi generasi penerus kami bisa menyaksikan nanti Impian masyarakat Papua. Semoga sebelum 2085 menjadi kenyataan, menghubungkan Papua dari satu kabupaten dengan kabupaten lain dan akses semua terpenuhi. Itu harapan kami," kata Lukas. (jor/dhn)