DetikNews
Rabu 30 Desember 2015, 07:38 WIB

5 Kasus Pembunuhan Fenomenal di Jakarta Sepanjang 2015

Mei Amelia R - detikNews
5 Kasus Pembunuhan Fenomenal di Jakarta Sepanjang 2015 Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Jakarta - Tingkat kejahatan pembunuhan di Jakarta dan sekitarnya masih cukup memprihatinkan. Meski kuantitasnya tidak terlalu banyak, namun aksi pembunuhan dilakukan para pelaku dengan sadis.

Berdasarkan catatan detikcom, Rabu (30/12/2015), sedikitnya ada 5 kasus pembunuhan fenomenal yang terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya sepanjang Januari hingga Desember 2015. Berikut rangkumannya:

1. Pembunuhan Bocah dalam Kardus

Masyarakat Jakarta tidak akan lupa dengan peristiwa pembunuhan bocah perempuan yang mayatnya ditemukan dalam kardus di Jl Sahabat, Kamal, Kalideres, Jakbar pada 2 Oktober 2015 lalu. Pelaku tidak lain adalah Agus Dermawan, orang yang dikenal cukup dekat dengan korban dan anak-anak di bawah umur.

Kematian bocah kelas 3 SD ini menggegerkan masyarakat dan menimbulkan reaksi kemarahan terhadap pelaku. Bagaimana tidak, pelaku yang merupakan residivis kasus narkoba itu tidak hanya menghabisi nyawa korban tetapi juga melakukan kekerasan seksual terhadap bocah kecil itu.

Berkat kerja keras satgas yang digawangi Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat serta Polsek Kalideres, kasus pembunuhan sadis itu terungkap dalam tempo sepekan. Setelah melalu rangkaian penyelidikan ilmiah, penyidik akhirnya meningkatkan status Agua sebagai tersangka.

Salah satu bukti yang menguatkan Agus sebagai tersangkanya yakni tes DNA sampel sperma yang ditemukan pada jasad korban. Bukti-bukti lain seperti ditemukannya kaus kaki korban di lokasi kejadian juga menunjukkan Aguslah pelakunya.

Dari hasil penyelidikan kasus pembunuhan ini pula, diketahui dosa Agus Agus di masa lampau. Ia pernah melakukan pencabulan terhadap remaja putri berusia 15 tahun di bedeng tempat tinggalnya di Kalideres, Jakbar.

Bedeng tempat tinggal sekaligus warung Agus menjadi tongkrongan anak di bawah umur untuk pesta ganja. Anak-anak di bawah umur sering diminta patungan oleh Agus untuk membeli ganja. Agus juga dikenal sebagai 'bos' geng 'BoelTacos', geng kumpulan anak-anak yang nongkrong di bedeng Agus.

Agus dijerat pasal berlapis atas perbuatan sadisnya itu, yaitu Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 338 KUHP UU Nomor 35 tahun 2014 dengan perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman seumur hidup.

2. Pembunuhan Ibu dan Anak di Cakung

Kamis (8/10/2015) siang lalu, Dayu Priambarita (45) dan anak bungsunya Yuel Imanuel (5) ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Aneka Elok, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Keduanya ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar dengan luka gorok di lehernya.

Pembunuh sadis adalah Heri Kurniawan (39), warga yang tinggal di dekat lingkungan perumahan korban. Motif pembunuhan dilatabelakangi aksi pencurian yang kemudian dipergoki oleh korban yang saat itu sedang istirahat di dalam kamarnya.

Minimnya saksi dan petunjuk menjadi kendala polisi dalam mengungkap kasus tersebut. Namun, berkat kejelian tim dari Subdit Resmob Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur serta Polsek Cakung, pelaku akhirnya dapat ditangkap.

Tersangka berhasil diciduk di Jl Raya Bekasi KM 21 Pulogadung, Jakarta Timur, pada tanggal 15 Oktober 2015 lalu. Dari pelaku, polisi menyita barang bukti handphone milik korban. Tersangka ditangkap saat sedang dalam kondisi terpengaruh narkoba.

3. Pembunuhan Pria dalam Mobil BMW

Wiliyanto (30) ditemukan tewas di dalam mobil BMW di bengkel Andri Motor Service di Jl Pulo Asem Utara Raya, Kelurahan Jati, Pulogadung, Jaktim, Jumat (23/10/2015) lalu. Adik dari pemilik bengkel yang bernama Andri ini tewas dalam kondisi tangan terikat di jok belakang mobil tersebut.

Tidak hanya tangan yang diikat, namun mata korban juga ditutup lakban. Korban baru diketahui saat sang kakak meminta anaknya untuk mencari korban karena sudah dua hari tidak diketahui keberadaannya.

Siapa pembunuh Wili, sampai saat ini masih menjadi misteri. Minimnya saksi dan petunjuk menjadi kendala polisi untuk mengungkap siapa di balik pembunuhan Wili itu.


4. Pembunuhan Tata Chubby di Kosan Tebet

Penemuan mayat Deudeuh Alfisahrin di sebuah kos-kosan di Jl Tebet Utara No 15C, Tebet, Jaksel, pada Sabtu (11/4/2015) lalu juga cukup menyita perhatian publik. Wanita yang dikenal menyediakan jasa seks via Twitter itu dibunuh oleh pelanggannya, M Priyo Santoso (34).

Pengajar Matematika di sebuah bimbingan belajar di Kedoya, Jakarta Barat itu membunuh Tata 'Chubby' karena merasa sakit hati dengan perkataan korban soal bau badan. Rio juga mengambil sejumlah gadget milik korban usai mengeksekusinya.

Rio sempat menghilangkan jejaknya dengan menghilangkan kunci kamar kos korban di sebuah kali di dekat Stasiun Cawang dalam perjalanannya pulang ke Bogor. Namun, jejaknya terendus hingga akhirnya dia ditangkap tim Jatanras Polda Metro Jaya di rumahnya di Bojonggede, Bogor pada Selasa (15/4) dini hari.

Tidak hanya mengagetkan publik dengan peristiwa pembunuhan di dalam kos, namun kasus itu juga menguak masih maraknya prostitusi di kos-kosan. Setelah kasus itu mencuat, pihak Kecamatan setempat langsung melakukan sidak dan membongkar kos-kosan yang tidak berizin.

5. Pembunuhan Asisten Presdir XL di Garut

Terkuaknya pembunuhan Asisten Presdir XL Hayriantira alias Rian (37) yang dilakukan oleh teman dekatnya, Andy Wahyudi (38) pada awal Juli 2015 lalu, mengejutkan publik. Janda beranak satu yang awalnya dilaporkan hilang pada April 2015 lalu itu ternyata dibunuh tersangja pada Oktober 2015 lalu di sebuah hotel di Jl Raya Tarogong, Garut, Jawa Barat.

Kasus ini terkuak setelah tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya menerima laporan hilangnya korban dari keluarga pada April 2015 lalu. Saat itu, polisi kesulitan mencari bukti-bukti dan benang merah dalam kepingan misteri kasus tersebut.

Hingga akhirnya didapat petunjuk saat polisi dan keluarga Rian mendatangi rumah Andy di kawasan Jakarta Timur. Polisi menemukan mobil Honda Mobilio milik Rian ada dalam penguasaan Andy.

Saat didesak, Andy mengaku mobil tersebut diberikan oleh Rian kepadanya karena Rian memiliki utang sebesar Rp 80 juta. Namun fakta berkata lain, Andy rupanya telah memalsukan dokumen-dokumen kendaraan milik Rian.

Dari situ, polisi memiliki kecurigaan kuat bila Andy berkaitan dengan hilangnya korban. Sebelum akhirnya mengakui bahwa dirinya telah membunuh Rian, polisi menahan Andy atas dugaan penggelapan kendaraan dan pemalsuan dokumen.

Saat menjalani penahanan di Mapolda Metro Jaya, Andy pun tak lekas mengaku. Sampai akhirnya ibunda Rian, Rukmila melakukan pendekatan terhadap Andy, pria yang bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan alat kesehatan itu akhirnya mengaku telah membunuh Rian.

Rian dibunuh di hotel di Garut dengan cara dicekik, lalu dalam keadaan tak berbusana jasad Rian dimasukkan ke dalam kolam air panas. Jasad Rian ditemukan aparat Polres Garut pada Oktober 2014.

Andy mengaku membunuh Rian karena kesal diolok kejantanannya. Meski demikian, ia mengaku tidak melakukan hubungan intim dengan korban. Andy juga mengaku membunuh Rian karena diancam tidak akan dibantu memasukkan proposal ke PT XL Axiata lantaran menolak Rian untuk berhubungan intim.
(mei/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed