"(Untuk) Antisipasi banjir, kita bongkar 92 bidang tanah di situ, tinggal satu yang tidak mau pergi," kata Ahok usai meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) tahap II di Meruya Utara, Jakarta Barat, Selasa (29/12/2015).
Warga yang tinggal di daerah Bukit Duri bersinggungan dengan Kali Ciliwung yang masuk dalam program normalisasi. Jika warga Kampung Pulo dipindahkan ke rusun Jatinegara Barat, sempat terdengar wacana warga Bukit Duri akan dipindahkan ke rusun Cipinang Besar Selatan (Cibesel) dan Pulogebang di Jakarta Timur. Namun, hal ini belum juga dapat dipastikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah tawarin solusi, tergantung mereka. Makanya bagi kami, kita fokus bangun dulu 36 tower rusun supaya orang ada tempat. Makanya harus fokus dulu bangun tower yang banyak, baru geser orang," imbuh Ahok.
Sebelumnya Ahok mengatakan bahwa tempat tinggal warga di bantaran Sungai Ciliwung di Bukit Duri dibangun di atas tanah milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Khusus untuk warga yang memiliki sertifikat tanah atas namanya, maka akan diganti 1,5 kali lipat.
"Tergantung tanah siapa dulu. Bukit Duri tanah (PT) Kereta Api bukan? Kalau itu punya Kereta Api, kita tawarkan mau bangun rusun. Kalau punya dia (warga), kita tawarkan 1,5 kali malah," ujar Ahok di Balai Kota kemarin. (mnb/nrl)











































