Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, TNI mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo. Presiden memerintahkan untuk membuat jalan dari Mumugu menuju Wamena.
![]() |
"Saya yang mendapat perintah dan PU mendapat MoU, saya mengecek, ada Mumugu, Batas Batu dan muaranya di Agats," ujar Panglima TNI Gatot Nurmantyo di Kabupaten Nduga, Kota Kenyam, Papua, Selasa (29/12/2015).
Diharapkan dari pembangunan jalan tersebut persoalan aksesibilitas akan teratasi. Karena selama ini masyarakat di daerah pedalaman ini harus membayar mahal barang kebutuhan karena akses yang sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang warga bernama Haris mengakui bahwa adanya pembangunan ini sudah cukup membuatnya senang. Karena daerahnya bisa lebih maju seperti daerah lainnya.
Meski begitu dia mengaku belum merasakan dampak langsung seperti turunnya harga bahan makanan dan bahan bakar. Termasuk untuk transportasi, Haris harus menggunakan pesawat untuk dapat mencapai wilayah kota dengan ongkos yang tidak murah.
"Di sini untuk menuju Wamena, misalnya menggunakan pesawat, kita harus charter seharga 37 juta rupiah," ujar Haris, warga Nduga, Kota Kenyam.
Pembangunan jalan ini juga turut disambut senang oleh Bupati Kabupaten Nduga, Yairus Gwijangge. Yairus mengapresiasi kepada Panglima TNI.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Panglima TNI Bapak Gatot Nurmantyo yang diberikan mandat secara langsung oleh Presiden untuk menjalankan pembangunan jalan di sini," tutur Yarius.
![]() |
Untuk pembangunan ruas jalan Mumugu hingga Wamena rencananya akan ada tujuh ruas jalan. Jalan-jalan itu di antaranya:
1. Ruas Wamena - Habema 47,60 Km
2. Ruas Habema - Mbua 45,81 Km
3. Ruas Mbua - Mugi 25,48 Km
4. Ruas Mugi - Paro 32,00 Km
5. Ruas Paro - Kenyam 81,71 Km
6. Ruas Kenyam - Batas Batu 31,99 Km
7. Ruas Batas Batu - Mumugu 14,00 Km (dra/dra)













































