Disebut Jokowi Saat Bicara Soal Reshuffle, ini Kata Menteri Agraria

Disebut Jokowi Saat Bicara Soal Reshuffle, ini Kata Menteri Agraria

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Selasa, 29 Des 2015 14:22 WIB
Disebut Jokowi Saat Bicara Soal Reshuffle, ini Kata Menteri Agraria
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Presiden Jokowi tiba-tiba menyinggung soal reshuffle saat berbicara hadapan para kepala desa di Boyolali, Jawa Tengah. Saat itu Jokowi mencontohkan apabila seorang menteri tak bisa mencapai target, maka akan diganti.

Namun yang dijadikan contoh oleh Jokowi ketika itu adalah Menteri Agraria. Jokowi mengatakan apabila pembebasan lahan tak bisa dipenuhi dalam kurun waktu yang ditentukan, maka Menteri Agraria bisa diganti.

"Presiden tak bermaksud begitu," tanggap Menteri Agraria Ferry Mursyidan Baldan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat itu memang konteks pembicaraan Jokowi adalah memberikan contoh kriteria menteri yang akan direshuffle, yaitu menteri yang lamban bekerja. Penyebutan Menteri Ferry hanya sebagai contoh.

"Jadi sebetulnya Presiden tidak keberatan. Yang susah itu kan yang merasa jadi Presiden, itu yang bikin memberatkan orang lain," imbuh Ferry.

Saat memberikan sambutan dalam silaturahim dengan para kepala desa dan perangkat desa di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (26/12/2015), Presiden Jokowi, menyampaikan berbagai kebijakan pemerintahannya yang dinilainya menunjukkan keberpihakan pada pembangunan desa dan kawasan pedalaman.

Salah satu yang disebutnya adalah pembangunan jalan yang menghubungkan langsung Wamena-Merauke. Meskipun mengalami berbagai kendala, Jokowi menjanjikan pembangunan jalan tersebut akan selesai pada tahun 2016 mendatang. Jika jalan tersebut sudah bisa dioperasikan, presiden yakin pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut akan lebih terakselerasi.

"Saya selalu memantau pembangunan-pembangunan infrastruktur di daerah karena ini sangat penting. Jika saya monitor penggarapan jalan terasa lambat, saya langsung tanya mengapa lambat. Dijawab ada masalah pembebasan tanah, saya langsung telepon Menteri Agraria agar segera menyelesaikan persoalan itu. Saya beri waktu 1,5 bulan, kalau belum juga dikerjakan maka saya beri rapor merah. Itu yang nanti kena reshuffle. Begitu cara saya bekerja," papar Jokowi. (bpn/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads