Wakapolres Wonogiri, Kompol Fachruddin, mengatakan terompet-terompet itu dibuat di Desa Nadi, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri. Desa Nadi selama ini memang dikenal sebagai kawasan home industri pembuatan terompet kertas. Terompet-terompet buatan desa di perbatasan Wonogiri dengan Ponorogo tersebut cukup dikenal dan didistribusikan ke berbagai kota besar di Jawa maupun luar Jawa.
Fachruddin mengatakan pihaknya saat ini sudah memeriksa dua warga ampung Tengklik, Desa Nadi. Mereka diperiksa karena dari keduanyalah para perajin terompet di Desa Nadi mendapatkan bahan baku kertas yang kemudian diketahui sebagai kertas bertuliskan ayat-ayat Alquran dan sortiran cover kitab Alquran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemeriksaan terhadap keduanya masih berlangsung saat ini. Kita belum mengetahui hasilnya. Yang jelas keduanya adalah pengepul kertas bahan baku terompet. Dari keduanya para perajin mendapatkan kertas-kertas bermasalah itu. Keduanya sejauh ini mengaku mendapatkan bahan baku itu dari pengepul kertas bernama Gendon di Solo. Nah yang dari Solo itu itu dapatnya dari mana, kami belum mengetahui sejauh itu," ujar Fachruddin, Selasa (29/12/2015).
Dari kedua pengepul di Kampung Tengklik tersebut, lanjutnya, polisi mengamankan lebih dari 2 ton kertas bahan baku yang belum sempat dibuat menjadi terompet. Barang-barang bermasalah itu saat ini disimpan di gudang Satreskrim Polres Wonogiri.
"Ada lebih dari 2 ton bahan baku yang belum dibuat. Saat ini sudah diamankan. Berarti memang belinya dalam volume besar karena sebagian lainnya sudah dibuat menjadi terompet dan sudah didistribusikan ke sejumlah kota hingga kemudian diketahui bermasalah itu. Saya kira tidak ada unsur kesengajaan apapun di tingkat perajinnya karena mendapatkan bahan baku itu dari pengepul yang biasa menyuplai bahan baku," tutupnya. (mbr/try)











































